Page 466 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 466

Mananamakrdi akhirnya menikah dengan Insoraki.
              Namun, penduduk Kampung Meokbundi tak tahan dengan kudis
           Mananamakrdi. Mereka pun berbondong-bondong meninggalkan
           kampung mereka.

              Melihat hal itu, Mananamakrdi amat sedih. Dia lalu
           mengumpulkan kayu bakar dan hendak membakar dirinya. Untung
           istrinya mencegah dan keajaiban pun terjadi. Kudis di tubuh
           Mananamakrdi hilang! Rupanya, ketulusan cinta Insoraki mampu

           menghilangkan kudis di tubuh suaminya.
              Mananamakrdi lalu mengajak anak dan istrinya berlayar
           meninggalkan Kampung Meokbundi, dan sampai ke Mandori,
           dekat Manokwari.

              Saat pagi menjelang, putra Mananamakrdi, Konori, berteriak.
              ”Irian... irian...” teriaknya. Irian berarti panas.
              Mananamakrdi yang mendengar teriakan anaknya bertanya,
           ”Apa maksudmu, Anakku? Ini adalah tanah nenek moyangmu.”

              Insoraki menjawab pertanyaan suaminya, ”Maksud Konori,
           panas matahari pagi telah menunjukkan sebuah tanah yang
           indah.”
              Sejak saat itu, wilayah tersebut disebut dengan Irian.

           Pemandangan di Irian memang indah. Pantai berpasir dan bukit-
           bukit nan hijau membuat tanah Irian menjadi tanah yang indah.



















                                                                                       463
   461   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471