Page 468 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 468

Kweiya yang tersesat di hutan
                                                tak menyerah. Dia membangun
                                                 rumah kayu yang sederhana.
                                                 Sehari-hari, dia berburu. Kulit

                                                 binatang hasil buruannya, dia
                                                 pintal menjadi benang.
                                                    “Aku akan membuat sayap
                                               dari benang ini,” gumamnya.

                                                 Sepeninggal Kweiya, ibunya
                                            amat sedih. Dia tak percaya jika
                                         Kweiya meninggalkannya begitu saja.
                                     Namun, dua adik Kweiya meyakinkannya

              bahwa Kweiya benar-benar sudah tak
              betah di rumah.
                  Untunglah, adik bungsu Kweiya
              berkata jujur. Saat kedua kakaknya

              pergi, dia bercerita pada ibunya bahwa
              Kweiya tersesat di hutan karena dijebak.
                  Mendengar hal itu, ibu Kweiya segera
              pergi ke hutan. Tanpa kenal lelah, dia

              berjalan dan terus memanggil nama
              Kweiya.
                  “Kweiya, ini Ibu, Nak! Kau
              ada di mana? Ayo kita pulang!”

              teriaknya.










                                                                                       465
   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472   473