Page 470 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 470

Ibu Kweiya menangis. Dia lalu mengejar Kweiya dan
              mengambil sedikit pintalan benang itu.
                 Ibu Kweiya pun ikut menyisipkan benang di bawah

              lengannya. Ajaib! Dia juga berubah menjadi burung dan
              bisa terbang menyusul Kweiya.
                 Tanpa mereka sadari, adik-adik tiri Kweiya menyusul

              ke hutan. Ketika menyaksikan ibu dan kakaknya menjadi
              burung, mereka pun tak bisa berbuat apa-apa. Diam-
              diam, mereka menyesal. Namun, tak ada yang bisa mereka
              lakukan. Semuanya sudah terlambat.
                 Kweiya dan ibunya menjadi burung yang sekarang dikenal

              sebagai burung cenderawasih.








































                                                                                       467
   465   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475