Page 18 - E-BOOK PENCEMARAN LINGKUNGAN
P. 18
PENCEMARAN AIR BERBABIS INKUIRI
melakukan fermentasi dengan menghasilkan asam dan gas yang mengakibatkan
diare pada manusia.
Gambar 12.1 Defekasi disungai Gambar 12.2 Eceng gondok disungai
(Sumber : www.kaskus.co.id/thread) (Sumber : http://lipi.go.id/lipimedia)
B. Polutan yang tidak terlarut dalam air
Contoh polutan yang terlarut adalah sampah. Sampah merupakan bahan
buangan yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh manusia yang berbentuk padat. buangan
tersebut bila dibuangan ke saluran air bahkan sungai akan menyebabkan pencemaran
dan hal tersebut akan menimbulkan pengendapan maupun pembentukan koloidal dan
lama kelamaan jika terus menumpuk akan meyebabkan terjadinya banjir yang akhirnya
akan merugikan bagi manusia.
Sampah terdiri dari sampah organik dan anorganik. Sampah organik (Lihat
gambar 7.0) adalah sampah yang dapat diuraikan oleh bakteri, contohnya sisa limbah
makanan, sayuran, buah-buahan. Sedangkan sampah anorganik (lihat gambar 7.1
merupakan sampah yang tidak dapat diuraikan oleh bakteri seperti plastik, gelas atau
kaca. Ketika sampah organik dibuang ke aliran sungai dapat menyebabkan
berkurangnya jumlah oksigen yang terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri
untuk proses pembusukannya. Sedangkan jika sampah anorganik yang dibuang ke
sungai dan menutupi permukaan air sungai maka akan menggangu proses fotosintesis
dari tumbuhan air yang terdapat di sungai tersebut.
Pembuangan sampah yang tidak terkontrol (lihat gambar 7.2) dengan baik
merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai
binatang seperti kecoa dan lalat yang dapat menimbulkan penyakit. Selain itu, rembesan
hasil penumpukan sampah akan masuk ke dalam drainase dan menyebabkan
tercemarnya air tersebut. Hal ini dapat menyebabkan kematian organisme yang hidup
15 | P a g e