Page 22 - E-modul sistem saraf
P. 22

Sebagian  besar  organ  viseral  disarafi  oleh  serat  saraf  simpatis  dan  parasimpatis
           (Gambar  7-3).  Inervasi  suatu  organ  tunggal  oleh  kedua  cabang  sistem  saraf  autonom
           dikenal  sebagai  inervasi  ganda  (dual  berarti  ”mengenai  menjadi  dua").  Efek  mayor
           cabang-cabang  autonom  ini.  Walaupun  perincian  susunan  respons  autonomik  ini
           dijelaskan secara penuh di bab berikutnya yang mendiskusikan organ yang terlibat, Anda
           dapat  mempertimbangkan  beberapa  konsep  umum  saat ini.  Sistem saraf simpatis  dan
           parasimpatis  umurnnya  menimbulkan  efek  yang  berlawanan  pada  organ  tertentu.
           Stimulasi  simpatis  meningkatkan  denyut  jantung,  sementara  stimulasi  parasimpatis
           menurunkannya;  stimulasi  simpatis  memperlambat  pergerakan  di  dalam  saluran
           pencernaan,  sementara  stimulasi  parasimpatis  meningkatkan  motilitas  saluran  cerna.

           Perhatikan  bahwa  kedua  sistem  meningkatkan  aktivitas  beberapa  organ  dan
           menurunkan aktivitas organ
           lainnya.


           Kedua  sistem  biasanya  aktif  parsial;  yaitu,  dalam  keadaan  normal  terdapat  aktivitas
           potensial  aksi  di  kedua  serat  simpatis  dan  parasimpatis  yang  menyarafi  suatu  organ.
           Aktivitas yang terus-menerus ini disebut tonus simpatis atau parasimpatis. Pada keadaan
           tertentu, aktivitas salah satu divisi mendominansi. Dominansi simpatis pada suatu organ
           tertentu terjadi ketika frekuensi impuls serat simpatis ke organ meningkat melebihi tingkat
           tonus,  disertai  oleh  penurunan  secara  bersamaan  frekuensi  potensial  aksi  serat
           parasimpatis  di  bawah  tingkat  tonus  ke  organ  yang  sama.  Kebalikannya  terjadi  ketika
           parasimpatis  mendominansi.  Keseimbangan  antara  aktivitas  simpatis  dan  parasimpatis
           dapat bergeser secara terpisah untuk tiap-tiap organ untuk memenuhi kebutuhan spesifik
           atau aktivitas salah satu sistem autonom meningkat melebihi yang lain untuk mengontrol
           fungsi-fungsi tubuh secara generalisata. Peningkatan lepas muatan generalisata massif
           lebih sering terjadi pada sistem simpatis. Manfaat lepas muatan simpatis tampak jelas
           jika kita melihat situasi saat sistem ini biasanya mendominasi.



              E-modul Sistem Saraf Untuk Kelas 11 Sekolah Menengah Atas                                  15
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27