Page 24 - E-modul sistem saraf
P. 24

Sistem parasimpatis mendominasi pada keadaan tenang dan santai. Pada keadaan tanpa
       ancaman  ini,  tubuh  dapat  berkonsentrasi  melaksanakan  aktivitas  "rumah  tangga"nya,
       misalnya  pencernaan.  Sistem  parasimpatis  mendorong  fungsi  tubuh  tipe  "istirahat-dan-
       cerna" ini sambil memperlambat aktivitas-aktivitas yang di tingkatkan oleh sistem simpatis.
       Sebagai contoh, jantung tidak perlu berdetak keras dan kuat jika seseorang berada dalam

       keadaan  tenang.  Pesan-pesan  dari  SSP  disampaikan  ke  otot  jantung,  otot  poIos,  dan
       kelenjar melalui saraf autonom, tetapi bagian otak mana yang mengatur keluaran autonom?
       Kontrol autonomik efektor-efektor ini diperantarai oleh refleks dan melalui pusat kontrol yang

       terletak  di  pusat  Selangkah  lebih  maju,  informasi  yang  dibawa  ke  SSP  via  aferen  viseral
       akhirnya digunakan untuk menentukan keluaran yang sesuai melalui eferen autonomik ke
       efektor  untuk  mempertahankan  homeostasis.  Beberapa  ahli  fisiologis  menganggap  aferen
       viseral  sebagai  bagian  sistem  saraf  autonom,sementara  yang  lain  mempertimbangkan
       eferen  simpatis  dan  parasimpatis  sebagai  satu  satunya  komponen  sistem  saraf  autonom.

       Dengan  cara  apapun  Anda  mengklasifikasikannya,  satu  hal  yang  pasti  bahwa  masukan
       aferen viseral sangat penting untuk menentukan keluaran simpatis dan parasimpatis.


            Sebagian refleks autonom, misalnya berkemih, buang air besar, dan ereksi, terintegrasi
            di  tingkat  korda  spinalis,  tetapi  semua  refleks  spinal  ini  dapat  dikontrol  oleh  tingkat

            kesadaran yang lebih tinggi.
            Medula  di  dalam  batang  otak  adalah  bagian  yang  paling  berperan  bagi  keluaran
            autonom.  Pusat-pusat  untuk  mengontrol  aktivitas  kardiovaskular,  respirasi,  dan
            pencernaan melalui sistem autonom berlokasi di sini

            Hipotalamus berperan penting dalam mengintegrasikan respons autonom, somatik, dan
            endokrin yang secara otomatis menyertai berbagai keadaan emosi dan perilaku. Sebagai
            contoh, peningkatan kecepatan denyut jantung, tekanan darah, dan aktivitas pernapasan
            yang berkaitan dengan rasa marah atau takut ditimbulkan oleh hipotalamus yang bekerja

            melalui medula.
            Aktivitas  autonom  juga  dapat  dipengaruhi  oleh  korteks  asosiasi  prafrontal  melalui
            keterlibatannya dalam ekspresi emosional yang khas bagi kepribadian masing-masing,
            Contohnya  adalah  kemerahan  pada  wajah  saat  seseorang  merasa  malu,  yang

            ditimbulkan oleh dilatasi pembuluh darah yang mendarahi kulit pipi. Respons semacam
            ini  diperantarai  oleh  jalur  hipotalamusmedula.  Tabel  7-4  meringkaskan  beberapa  ciri
            utama pembeda sistem saraf simpatis dan parasimpatis.




















              E-modul Sistem Saraf Untuk Kelas 11 Sekolah Menengah Atas                                  17
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29