Page 931 - FLIPBOOK MODUL BIOLOGI 2024/2025
P. 931
streptokinase. Selain itu enzim protease juga dapat dimanfaatkan dalam industri pembuatan
detergen, industri penyamakan kulit, bahan aditif pada industri pangan.
Dengan mempelajari proses respirasi, kita akan tahu bahwa energi yang kita gunakan
untuk hidup berasal dari makanan yang kita makan, direspirasikan oleh sel-sel tubuh kita. Dalam
respirasi manusia membutuhkan oksigen dan berbagai enzim. Tubuh kita akan akan melakukan
respisasi sesuai jumlah energi yang kita butuhkan maupun sesuai dengan kemampuan sel tubuh
kita dalam melakukannya. Dari pengetahuan ini kita bisa mengerti mengapa kita harus makan
sesuai yang kita butuhkan, baik dalam jumlah maupun jenisnya. Banyak penyakit degeneratif yang
muncul akibat pola makan kita yang salah, diantaranya; makan melebihi yang kita butuhkan atau
melebihi kemampuan sel-sel tubuh kita dalam merespirasikannya. Sebagai contoh, sekarang ini
semakin banyak orang menderita diabetes mellitus akibat dari tingginya gula dalam darahnya. Hal
ini bisa disebabkan karena tingginya konsumsi gula (karbohidrat) dan menurunnya kemampuan
tubuhnya untuk menyimpan gula tersebut.
Pengetahuan tentang proses fermentasi (respirasi anaerob) saat ini telah banyak
dimanfaatkan oleh manusia dalam berbagai industri. Pembuatan berbagai bahan makanan seperti,
kecap, tempe, tape, yoghurt, yakult, keju, roti, anggur, alkohol, dan masih banyak lagi yang
lainnya, merupakan penerapan proses fermentasi. Bukan hanya dalam skala industri kecil, namun
juga dalam industriindustri skala besar.
Fotosintesis sangat penting bagi semua kehidupan aerobik di bumi karena selain untuk
menjaga tingkat normal oksigen di atmosfer, hasil fotosintesis juga merupakan sumber energi bagi
hampir semua kehidupan di bumi, baik secara langsung (melalui produksi primer) maupun tidak
langsung (sebagai sumber utama energi dalam makanan mereka). Selain itu, hasil fotosintesis juga
menjadi sumber karbon bagi semua senyawa organik dalam tubuh organisme.
C. Pengertian Enzim
Enzim adalah makromolekul yang bekerja sebagai katalis, agen kimiawi yang
mempercepat rekasi tanpa ikut terkonsumsi oleh reaksi. (Campbell, et al., 2010). Sel hidup ibarat
pabrik kimia yang bergantung pada energi yang harus mengikuti berbagai kaidah kimia. Reaksi
kimia yang memungkinkan adanya kehidupan disebut metabolisme. Terdapat ribuan reaksi
berkesinambungan yang terjadi di dalam setiap sel, sehingga metabolisme merupakan reaksi yang
menakjubkan (digilib.unimed.ac.id, 2020). Dalam Kyoto Encyclopedia of Genes and Genomes
disebutkan lebih dari 8.700 reaksi dan 16.000 metabolit. Agar sel berfungsi dan berkembang
dengan se bagaimana mestinya, lintasan metaboliknya harus diatur dengan seksama.
Sel dapat mengatur lintasan metabolik yang harus berjalan, dan seberapa cepat, dengan
cara memproduksi katalis yang tepat yang dinamakan enzim, dalam jumlah yang sesuai dan pada
saat diperlukan. Hampir semua reaksi kimia kehidupan berlangsung sangat lambat tanpa katalis,
dan enzim merupakan katalis yang lebih khas dan lebih kuat dibandingkan dengan ion logam atau
senyawa anorganik lainnya yang dapat diserap tumbuhan dari tanah. Struktur Enzim
Enzim merupakan suatu protein berupa molekul-molekul besar. Pada mulanya enzim
dianggap hanya terdiri dari protein, misalnya pepsin dan tripsin. Tetapi ada juga enzim-enzim
yang selain protein juga memerlukan komponen selain protein. Komponen selain protein pada
enzim dinamakan kofaktor (Campbell, et al., 2010). Kofaktor dapat merupakan ion logam/metal
(Tabel 6) atau molekul organik yang dinamakan koenzim (Tabel 7). Gabungan antara bagian
protein enzim (apoenzim) dan kofaktor dinamakan holoenzim. Apoenzim adalah protein inaktif
karena kehilangan kofaktor dan bersifat tidak tahan panas. Gugus prostetik adalah kofaktor yang
terikat dalam enzim, susah dipisahkan tanpa merusak aktivitasnya. Hanya holoenzim yang aktif
sebagai katalis.
Sifat-sifat enzim Sifat -sifat enzim adalah sebagai berikut:
5. Enzim aktif dalam jumlah yang sangat sedikit. Dalam reaksi biokimia hanya sejumlah kecil
enzim yang dibutuhkan untuk mengubah sejumlah besar substrat menjadi produk hasil.

