Page 64 - Panduan Mentoring Islam STPN 2021
P. 64

melindunginya  dari  gangguan  setan,  dan  jika  ia  mengucapkannya  di  sore
                  hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. Diriwayatkan Nasai
                  no. 24 dari hadits Abu Ayyub Al Anshori radhiyallahu ‘anhu. Lihat Shahih
                  At  Targhib  wa  At  Tarhib  (1/272,  no.  650),  Tuhfatul  Akhyar  –  Syaikh  Ibnu
                  Baz. Dan HR. Abu Daud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, Ahmad 4/60. Lihat
                  Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/270), Shahih Abu Daud (3/957), Shahih
                  Ibnu Majah (2/331), Zaadul Ma’ad (2/377) dan dalamnya ada lafazh “10 x”

                  23. Membaca Doa Memohon Pertolongan, dan Perbaikan Urusan





                   “Ya  Hayyu  Ya  Qayyuum,  birohmatika  astaghiytsu,  ashliy  sya’niy  kullahu,
                  wa laa takilniy ilaa nafsiy thorqota ‘aini“

                  Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri
                  (tidak  butuh  segala  sesuatu),  dengan  rahmat-Mu  aku  minta  pertolongan,
                  perbaikilah  segala  urusanku  dan  jangan  diserahkan  kepadaku  sekali  pun
                  sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”
                  HR. Al Hakim dan beliau menshahihkannya, Adz Dzahabi pun menyetujui
                  hal itu (1/545). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 654)

                  24. Membaca Doa Permohonan Ilmu, Rizki, dan Amal





                   “Allahumma innii as-aluka ‘ilman nafian, warizqon thayyiban, wa ‘amalan
                  mutaqobala“

                  Artinya:  “Ya  Allah,  sungguh  aku  memohon  kepada-Mu  ilmu  yang
                  bermanfaat (bagi diriku dan orang lain, pen), rizki yang halal dan amal yang
                  diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).”

                  HR. Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54, Ibnu Majah no. 925.
                  Syaikh ‘Abdul Qodir dan Syu’aib Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini
                  hasan dalam tahqiq Zaadul Ma’ad 2/375.

                  25. Membaca Istigfar (100x)
                                                                                      َ
                                                                                                    َ
                                                                                                           َ
                                                                             ُْ رِف غَت سأ   ْ الل   ُْبوُتأو   ْ ِه يلإ

                                                                                        َ
                                                                                                      َ
                                                                                                            ِ
                  “Astagfirullaah wa atuubu ilayhi“
                  Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”
                  HR. Bukhari dalam Fathul Bari (11/101, no. 6307) dan Muslim (4/2075, no.
                  2702)


                                                              Panduan Kerohanian Islam STPN | 63
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69