Page 60 - Panduan Mentoring Islam STPN 2021
P. 60

Artinya:  “Dengan  nama  Allah  Yang  bersama  NamaNya  sesuatu  apa  pun
                  tidak  akan  celaka  baik  di  bumi  dan  di  langit.  Dialah  Maha  Medengar  lagi
                  maha Mengetahui.”
                  Keutamaannya:  Niscaya  tidak  ada  sesuatu  pun  yang  mencelakakannya.
                  Diriwayatkan  oleh  (1)  Imam  Bukhari  dalam  Adabul  Mufrad  No.  660,  (2)
                  Tirmidzi dalam Sunannya No. 3388. Katanya: hasan shahih gharib, (3) Abu
                  Daud No. 5088, (4) Ibnu Majah No. 3869, (5) Ibnu Abi Syaibah No. 2, (6) Al
                  Hakim dalam Al Mustadrak ‘alash Shahihain, No. 1895. Katanya: isnadnya
                  shahih, tetapi Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya, (7) Ibnu Hibban
                  dalam  Shahihnya,  No.  852,  862,  (8)  Imam  Ahmad  dalam  Musnadnya  No.
                  446,  (9)  Ibnus  Sunni  dalam  ‘Amalul  Yaum  wal  Lailah,  No.  346.  Hadits  ini
                  dishahihkan  oleh  Syaikh  Al  Albani  dalam  berbagai  kitabnya.  (Shahih  wa
                  Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 3388, Shahih wa Dhaif Sunan Abu Daud No.
                  5088,  Shahih  wa  Dhaif  Sunan  Ibni  Majah  No.  3869,  Shahihul  Jami’  No.

                  5745)

                  15. Membaca Doa Agar Terhindar dari Syirik








                   “Allahumma  inna  na’udzubika  an  nusyrika  bika  syai’an  na’lamuh  wa
                  nastagfiruka lima laa na’lamuh.”

                  Artinya:  “Ya  Allah  sesungguhnya  kami  berlindung  kepadaMu  dari
                  menyekutukanMu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon
                  ampunanMu dari apa-apa yang tidak kami ketahui.”
                  Diriwayatkan (1) Imam Ahmad dalam Musnadnya No. 19606, (2) Thabarani
                  dalam  Al  Mu’jam  Al  Awsath  No.  3503,  (3)  Ibnu  Abi  Syaibah  dalam  Al
                  Mushannaf,  Juz  7,  Bab  61,  No.  1,  (4)  Imam  Al  Bukhari  dalam  Tarikh  Al

                  Kabir, Juz. 9, Hal. 58. Hadits ini didhaifkan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth,
                  lantaran  kemajhul-an  Abu  Ali  Al  Kahili.  Syaikh  Al  Albani  telah  menilai
                  hadits Abu Musa ini sebagai hasan li ghairih. (Shahih At Targhib wat Tarhib
                  No.  36)  lantaran  adanya  penguat  dari  jalur  Abu  Bakar  Ash  Shiddiq
                  Radhiallahu ‘Anhu.

                  16. Membaca Doa Perlindungan dari Keburukan-Keburukan(3x)




                   “A’udzu bikalimatillahi taammah min syarri maa khalaq.”
                  Artinya:  “Aku  berlindung  dengan  kalimat  Allah  yang  sempurna  dari
                  keburukan apa-apa yang Dia ciptakan.”



                                                              Panduan Kerohanian Islam STPN | 59
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65