Page 58 - Panduan Mentoring Islam STPN 2021
P. 58

Keutamaannya: Jika dia telah menunaikan syukur pada siang harinya, dan
                  barangsiapa  yang  membacanya  pada  sore,  maka  dia  telah  menunaikan
                  syukur pada malam harinya. Para ulama berbeda pendapat tentang status
                  hadits  ini.  Tetapi  umumnya  mereka  menyatakannya  shahih.  Imam  Ibnu
                  Hibban memasukkannya dalam kumpulan Shahihnya. Al Hafizh Ibnu Hajar
                  mengakui penshahihan ini. (Fathul Bari, 11/131. Darul Fikr). Sementara Al
                  Hafizh  menghasankan  dalam  An  Nataij  Al  Afkar.  (Raudhatul  Muhadditsin
                  No. 5376)

                  11. Membaca Dzikir Pujian









                   “Ya  Rabbi  Lakal  Hamdu  Kamaa  Yanbaghi  Li  Jalali  Wajhika  wa  Li  ‘Azhimi
                  Sulthanika.”
                  Artinya:  “Ya  Tuhanku,  Segala  puji  bagiMu  sebagaimana  seyogyanya
                  kemuliaan wajahMu dan keagungan kekuasaanMu.”


                  Keutamaannya:  Dua  malaikat  tidak  sanggup  mencatatnya  dan  tidak  tahu
                  cara mencatat pahala ucapan ini (saking besarnya). Diriwayatkan (1) Imam
                  Ibnu  Majah  dalam  Sunannya,  Kitabul  Adab  Bab  Fadhlu  Al  Hamidin,  No.
                  3801. (2) Imam Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir, No. 13118. Juga dalam
                  Al Mu’jam Al Awsath, No. 11305. Syamilah. (3) Imam Al Baihaqi, Syu’abul
                  Iman, No. 4215.

                  Syamilah. (4) Imam Alauddin Al Muttaqi Al Hindi, Kanzul ‘Ummal, No. 5127,
                  6441. (5) Abul Fadhl As Sayyid Abul Ma’athi An Nuri, Al Musnad Al Jami’,
                  No. 8100. Dalam sanad hadits ini terdapat Qudamah bin Ibrahim, dalam Az
                  Zawaid  disebutkan  bahwa  Ibnu  Hibban  memasukkannya  dalam  At  Tsiqat
                  (orang-orang terpercaya). Dan, Shadaqah bin Basyir belum ada orang yang
                  menjarh  (kritik)-nya,  dan  mentsiqahkannya.  Sedangkan  semua  perawi
                  lainnya  adalah  tsiqat.  (Imam  Abul  Hasan  Muhammad  bin  Abdul  Hadi  As
                  Sindi, Hasyiah ‘Ala Ibni Majah, No. 3791. Mawqi’ Ruh Al Islam) Sementara
                  Syaikh  Al  Albani  mendhaifkan  hadits  ini.  (Shahih  wa  Dhaif  Sunan  Ibni
                  Majah No. 3801).

                  12. Dzikir Agar Diridhai Allah (3x)








                   “Radhiitu billahi Rabba wabil Islami Diina wa bi Muhammadin Rasuula.”

                                                              Panduan Kerohanian Islam STPN | 57
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63