Page 55 - Panduan Mentoring Islam STPN 2021
P. 55

Rabbul  ‘Arsyil  ‘Azhim)  tujuh  kali,  maka  Allah  akan  mencukupi  apa  yang
                  diinginkan dari perkara dunia dan akhirat.” (HR Ibnu Sunni: Syaikh Abdul
                  Muhsin  Al  ‘Abbad  mengatakan  dhaif  (Syarh  Sunan  Abi  Daud  [577],
                  Maktabah  Misykah).  Syaikh  Al  Albani  mengatakan  bahwa  hadits  ini
                  munkar.  (As  Silsilah  Adh  Dhaifah  No.  5287).  Juga  dalam  HR  Abu  Daud
                  secara mauquf no. 5081: Syaikh Al Albani telah meneliti riwayat ini sebagai
                  riwayat  maudhu’  (palsu).  (Shahih  wa  Dhaif  Sunan  Abi  Daud  No.  5081).
                  Imam  Ibnu  Katsir  mengatakan  dalam  tafsirnya  terhadap  surat  At  Taubah
                  ayat 129, khususnya ketika membahas riwayat Ibnu ‘Asakir ini: “ini (hadits)
                  munkar.”  (Tafsir  Al  Quran  Al  ’Azhim,  4/244.  Darut  Thayyibah).  Namun
                  Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan  sanad hadits ini
                  shahih dalam Zaadul Ma’ad (2/376))

                  6. Membaca surat Al Kafirun ayat 1-6
                                                   َ
                  ٓ َ  َ  ۡ ُّ َ َ  َ ٞ َ َ ۠  َ  ٓ َ  َ  ُ ُ ۡ ٓ  َ َ ُ َ ۡ ُ  َ  ٓ َ  َ  َ ُ ُ ۡ َ َ ُ ُ ۡ  َ  ٓ َ  َ  َ ۡ  َ ُّ ََٰٓ َ  ۡ ُ
                                                                                                ُ َٰ
                                                           َٰ
                    لَو    ٤   متدبع ام دبعَ انأ لَو    ٣    دبعأ ام نودبع متنأ لَو    ٢    نودبعت ام دبعأ لَ    ١      نورِفكل ٱ   اهيأي      لق
                                   ِ
                                                           ِ
                                                                                               َ
                                                                        َ َ ۡ ُ ُ  ۡ ُ  َ   ُ ُ ۡ ٓ  َ َ ُ َ ۡ ُ  َ
                                                                                                       َٰ
                                                                                 ِ
                                                                   ٦     نيِد لِو مكنيد مكل  ٥        دبعأ ام نودبع متنأ
                                                                                                      ِ
                                                                         ِ
                                                                     ِ
                  Artinya:  “Dengan  menyebut  asma  Allah  yang  Maha  Pemurah  lagi  Maha
                  Penyayang.  “Katakanlah,  ‘Hai  orang-orang  yang  kafir,  aku  tidak  akan
                  menyembah apa yang kalian sembah. Dan kalian bukan penyembah Tuhan
                  yang aku sembah. Dan aku tidak akan menjadi penyembah apa yang kamu
                  sembah,  dan  kamu  tidak  pernah  menjadi  penyembah  Tuhan  yang  aku
                  sembah.  Untuk  kalian  agama  kalian  dan  untukku  agamaku.’”  (QS.  Al
                  Kafirun: 1-6).
                  Keutamaannya: “Bahwa dia mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,
                  dan  berkata:  “Wahai  Rasulullah,  ajarkan  kepadaku  sesuatu  yang  aku
                  ucapkan jika aku berbaring di atas kasurku.” Beliau bersabda: “Bacalah Qul
                  yaa  ayyuhal  kaafiruun,  sesungguhnya  itu  merupakan  pemutus  dari
                  kesyirikan.” (HR. At Tirmidzi No. 3403. Syaikh Al Albani menshahihkannya.
                  Lihat Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 3403. Juga diriwayatkan oleh
                  Ath  Thabarani  dalam  Al  Kabir  No.  2150,  dari  Jabalah  bin  Haritsah).
                  Demikian keutamaan surat Al Kafirun, dan tak satu pun yang menyebutkan
                  keutamaannya dibaca pagi dan sore secara rutin.

                  7.  Membaca  surat  Al  Ikhlash,  Al  Falaq,  dan  An  Naas  (masing-masing  tiga
                  kali)
                                             َ   ُ   َ       َ     َ   َ      َ                    َ
                                          ُۢ ُ َ  ً  ُ  ُ  ُ َ ۡ َ  ۡ ُ ۡ َ ۡ َ ۡ  ُ َ َ  ُ َ   ٌ َ  ُ َ  َ ُ  ۡ ُ
                                         ٤   دحأ اوفك  ۥ      ل نكي ملو   ٣   لدوي ملو  ِلِي مل   ٢      دمصل    ٱ    للّ    ٱ  ١   دحأ     للّ ٱ  وه     لق
                  Artinya:  “Katakanlah:  “Dia-lah  Allah,  yang  Maha  Esa.  Allah  adalah  Tuhan
                  yang  bergantung  kepada-Nya  segala  sesuatu.  Dia  tiada  beranak  dan  tidak

                  pula  diperanakkan,  dan  tidak  ada  seorangpun  yang  setara  dengan  Dia.”
                  (QS. Al Ikhlas: 1-4)




                                                              Panduan Kerohanian Islam STPN | 54
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60