Page 57 - Panduan Mentoring Islam STPN 2021
P. 57
Artinya: “Kami bersore hari dan bersore hari pula kerajaan milik Allah.
Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Dia,
dan pada-Nya tempat kembali”
Diriwayatkan Imam Al Bazzar, sanadnya Jayyid (baik). Imam Al Haitsami,
Majma’ Az Zawaid, 10/114. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah, dan diriwayatkan
Imam Abu Daud dalam Sunannya, Kitab Al Adab Bab Ma Yaqulu Idza
Ashbah, No. 5071, dengan tanpa lafaz: Laa Ilaha Illa Huwa wa ilaihin
nusyur. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan
Abi Daud No. 5071.
9. Membaca Dzikir
“Ashbahna ‘ala Fithrotil Islam wa ‘ala Kalimatil Ikhlash wa ‘ala Dini
Nabiyyina Muhammad Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam wa ‘ala Millati Abina
Ibrahima Hanifa wa Maa Kaana minal Musyrikin.”
Artinya: “Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama
Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama ayah kami
Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong
orang-orang musyrik.”
Imam Ahmad dalam Musnadnya, No. 15360, 15363, 15364. Syaikh Syu’aib
Al Arnauth mengatakan: shahih, sesuai syarat Bukhari-Muslim. (Tahqiq
Musnad Ahmad, 24/77). Dan Imam Al Haitsami mengatakan: diriwayatkan
oleh Ahmad dan Ath Thabarani, perawi keduanya adalah shahih. Majma’ Az
Zawaid, 10/116
10. Membaca Dzikir Sebagai Rasa Syukur (3x)
“Allahumma maa ashbaha biy min ni’matin aw bi ahadin min khalqika
faminka wahdaka laa syarikalak falakalhamdu wa lakasy syukru”
Artinya: “Ya Allah, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di
antara makhluk-Mu di pagi ini adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada
sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur (dari
seluruh makhluk-Mu).”
Panduan Kerohanian Islam STPN | 56