Page 59 - Panduan Mentoring Islam STPN 2021
P. 59

Artinya:  “  Aku  ridha  Allah  sebagai  Rabb,  Islam  sebagai  agama,  dan
                  Muhammad sebagai Rasul.”
                  Keutamaannya:  Allah  pasti  akan  meridhainya.  Diriwayatkan  (1)  Abu  Daud
                  no. 5072, (2) Nasa’I no. 9832, (3) Tirmidzi no. 3499 katanya Hasan Gharib,
                  (4)  Musnad  Imam  Ahmad  no.  18967-8,  (5)  Thabrani  no.  13852,  (6)  Ibnu
                  Majah  no.  3870,  (7)  Al  Hakim  no.  1904,  katanya  Shahih  sanadnya,  tapi
                  tidak  dikeluarkan  shahihain.  Dishahihkan  Al  Hafizh  Al  Mizzi  bagian
                  awalnya, dan perawi Imam Ahmad dan Imam Ath Thabarani adalah tsiqat.
                  (Imam  Al  Haitsami,  Majma’  Az  Zawaid,  10/116.  Darul  Kutub  Al  ‘Ilmiyah)
                  yang dimaksud bagan awal adalah bacaan radhitu billahi rabba tersebut. Az
                  Zawaid: isnadnya shahih, dan perawinya adalah tsiqat. Didhaifkan Syaikh al
                  albani. Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani: sanad riwayat Abu Daud adalah kuat
                  namun mendhaifkan riwayat At Tirmidzi.


                  13. Membaca Dzikir Tasbih (3x)







                   “Subhanallahi  wa  bihamdihi  ‘adada  khalqihi  wa  ridha  nafsihi  wazinata
                  ‘arsyihi wa midada kalimatihi.”
                  Artinya:  “Maha  Suci  Allah  dan  Segala  Puji  bagiNya,  sebanyak  bilangan
                  makhlukNya,  seridha  diriNya,  setimbangan  ‘arsy-Nya,  dan  sebanyak  tinta
                  dari kata-kataNya.”
                  Keutamaannya: Dari Juwairiyah Radhiallahu ‘Anha (isteri nabi), bahwa Nabi
                  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar darinya pagi-pagi sekali ketika shalat
                  subuh,  saat  itu  dia  sedang  di  tempat  shalatnya.  Lalu  ketika  dhuha  Nabi
                  kembali dan dia masih duduk. Maka Nabi bersabda kepadanya: “Kau masih
                  duduk saja sebagaimana tadi aku tinggalkan.” Juwairiyah menjawab: “Ya.”
                  Lalu,  Nabi  Shallallahu  ‘Alaihi  wa  Sallam  bersabda:  “Saya  telah  katakan
                  setelahmu  empat  kalimat  sebanyak  tiga  kali,  yang  seandainya  kalimat  itu
                  ditimbang  dengan  apa  yang  kamu  lakukan  sejak  tadi  niscaya  lebih  berat.
                  Diriwayatkan: (1) Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 647, (2) Shahih
                  Muslim no. 2726, (3) Abu Daud no. 1503. (4) Tirmidzi no.3626, (5) Nasai no.
                  1335, (6) Ibnu Majah no. 3808, dll.

                  14. Membaca Doa Perlindungan dari Musibah (3x)







                   “Bismillahilladzi La Yadhurru Ma’asmihi Syai’un fil Ardhi wa Laa fis Sama’i
                  wa Huwas Sami’ul ‘Alim.”



                                                              Panduan Kerohanian Islam STPN | 58
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64