Page 43 - E-Modul Pembelajaran Caring dalam Keperawatan by Putri Amanda Susandi
P. 43

C. Karakter Kritis

                               Menurut  Kamus  Besar  Bahasa  Indonesia  (KBBI),  istilah  "kritis"

                         mengacu       pada     sikap     yang    cenderung       skeptis,    kebiasaan

                         mempertanyakan  kemungkinan  kesalahan  atau  kekeliruan,  serta


                         ketajaman  dalam  mengevaluasi  secara  analitis  (Kemdikbud,  2022).

                         Dalam  dunia  keperawatan,  karakteristik  ini  selaras  dengan  konsep

                         berpikir  kritis.  Berpikir  kritis  didefinisikan  sebagai  proses  kognitif  yang

                         terorganisir  dan  dinamis,  bertujuan  untuk  memahami  pikiran  sendiri


                         maupun  pandangan  orang  lain  (Potter  dan  Perry,  2009).  Perawat  yang

                         memiliki  kemampuan  berpikir  kritis  akan  mencermati  konteks  situasi,

                         membayangkan dan mengkaji berbagai kemungkinan, mematuhi prinsip

                         etika,  serta  mengambil  keputusan  yang  matang.  Pendekatan  ini  tidak

                         hanya  memerlukan  kecakapan  kognitif,  tetapi  juga  kemauan  untuk


                         bertanya,  menjaga  hubungan  interpersonal  yang  baik,  menunjukkan

                         kejujuran, dan mengambil langkah-langkah rasional untuk memecahkan

                         masalah.

                               Keterampilan  berpikir  kritis  membutuhkan  latihan  agar  mampu

                         menggunakan pengetahuan dasar untuk menyelesaikan masalah. Berikut


                         keterampilan dasar dalam berpikir kritis yaitu:

                             1.  Interpretasi,  mencakup  pengumpulan  data  secara  sistematis,

                                mengidentifikasi  pola  dan  kategori,  serta  menyelesaikan

                                ambiguitas dalam informasi.


                             2.  Analisis,  aplikasinya  berpikir  terbuka  terhadap  informasi,  tidak

                                membuat asumsi.

                             3.  Kesimpulan, aplikasinya dengan melihat arti dari data, hubungan

                                antar data sehingga diketahui masalahnya.








         35
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48