Page 84 - IST Baru
P. 84
Dilain pihak, berbagai ketidakpastian dari aspek-aspek lain makin nyata pen-
garuhnya, dan cenderung mempengaruhi proses upaya untuk membentuk suatu pos-
tur hankam negara yang lebih didukung oleh kehandalan. Ketidakpastian ancaman
(skala nasional) dan ketidakpastian sumber daya hankam merupakan ancaman yang
paling menonjol yang perlu diperhitungkan dalam rencana pembentukan postur
dimaksud. Resesi ekonomi dunia dan suasana pemasukan devisa negara yang labil
akibat harga minyak tak menentu, sangat mempersulit penentuan arah dan perenca-
naan modernisasi Angkatan Bersenjata.
Pada sisi lainnya, ketidak pastian ancaman pun makin sulit dapat diramalkan,
karena dianutnya berbagai mode baru dalam cara melumpuhkan rezim lawan. Kedua
jenis ketidakpastian itu, berdampak sangat luas dan dapat menjangkau kurun waktu
jangka panjang. Menghadapi keduanya, berbagai upaya Nasional pun mulai ditem-
puh, khususnya dalam lingkungan Departemen Pertahanan dan Keamanan melalui
azas penghematan tenaga, yang ditopang oleh upaya menyiagakan pemusatan
kekuatan yang dijamin oleh mobilitas tinggi. Pada tingkat daerah, ditempuh strategi
pertahanan pulau-pulau utama sebagai titik berat pertahanan sesuai dengan dok-
trin hankamrata. Sementara itu, perhatian kepada corong-corong strategis langsung
dikendalikan secara terpusat, selain juga karena menurunnya apresiasi terhadap ke-
cenderungan ancaman invasi, juga oleh mantapnya situasi politik Regional/ASEAN.
Hanya dengan alternatif itulah, postur ABRI yang kecil, dengan cadangan yang cuk-
up dan mampu berkembang dengan cepat dapat dicapai. Untuk dapat menopang
strategi demikian, sebagai konsekuensinya terlebih dulu harus dianut efisiensi, tanpa
mengorbankan efektivitasnya.
Karena itulah, akhirnya perumusan strategi terdorong untuk menempuh re-
organisasi dalam tubuh Angkatan Bersenjata. Dari kacamata TNI AD, isyarat konsep
pertahanan pulau utama sebagai titik berat tersebut mengisyaratkan terbentuk-nya
suatu pertahanan matra darat yang lebih tegar di kawasan pulau-pulau utama seperti
halnya di Kalimantan. Pandangan seperti ini memang seolah-olah seperti mengor-
bankan pengertian perang dari aspek matra laut ataupun udara. Tetapi pandangan
seperti ini kurang beralasan, karena aspek kekuatan matra laut dan udara dikelom-
pokkan dalam azas pemusatan kekuatan dan juga azas mobilitas yang disusun se-
bagai unsur-unsur Bala Pertahanan Pusat dalam bentuk Komando-Komando Oper-
asi ABRI yang merupakan kompartemen strategi non kewilayahan dalam arti yang
84

