Page 129 - combinepdf_Neat
P. 129

Kegiatan Belajar 2
         Perkembangan Bahasa Moral dan Agama





            Perkembangan Bahasa

              Ragam  bahasa  remaja  memiliki  ciri  khusus,  singkat,  lincah  dan  kreatif.  Kata-kata  yang  digunakan

        cenderung  pendek,  sementara  kata  yang  agak  panjang  akan  diperpendek  melalui  proses  morfologi  atau
        menggantinya dengan kata yang lebih pendek seperti 'permainan' diganti dengan mainan, 'pekerjaan' diganti
        dengan kerjaan. Kalimat-kalimat yang digunakan kebanyakan berstruktur kalimat tunggal. Bentuk-bentuk elip

        juga banyak digunakan untuk membuat susunan kalimat menjadi lebih pendek sehingga seringkali dijumpai
        kalimat-kalimat yang tidak lengkap. Dengan menggunakan struktur yang pendek, pengungkapan makna menjadi
        lebih cepat yang sering membuat pendengar yang bukan penutur asli bahasa Indonesia mengalami kesulitan untuk
        memahaminya.
              Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, perkembangan bahasa remaja mengalami peningkatan pesat.

        Kosakata remaja terus mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya referensi bacaan dengan topik-
        topik yang lebih kompleks. Menurut Owen (dalam Papalia, 2004) remaja mulai peka dengan kata-kata yang
        memiliki makna ganda. Mereka menyukai penggunaan metaphor, ironi, dan bermain dengan kata-kata untuk

        mengekspresikan pendapat mereka. Terkadang mereka menciptakan ungkapan-ungkapan baru yang sifatnya
        tidak baku. Bahasa seperti inilah yang kemudian banyak dikenal dengan istilah bahasa gaul.Bahasa remaja atau
        yang dikenal bahasa gaul, berkembang melalui tayangan berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Media-
        media tersebut menyebarkan berbagai program remaja yang kecendrungannya menggunakan bahasa remaja
        sebagai pengantarnya.

              Perkembangan bahasa remaja dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat di mana mereka
        tinggal.  Hal  ini  berarti  pembentukan  kepribadian  yang  dihasilkan  dari  pergaulan  masyarakat  sekitar  akan
        memberi ciri khusus dalam perilaku bahasa. Bersamaan dengan kehidupannya di dalam masyarakat luas, remaja

        mengkutip proses belajar disekolah. Sebagaimana diketahui, di lembaga pendidikan diberikan rangsangan yang
        terarah  sesuai  dengan  kaidah-kaedah  yang  benar.  Proses  pendidikan  bukan  memperluas  dan  memperdalam
        cakrawala ilmu pengetahuan semata, tetapi juga secara berencana merekayasa perkembangan sistem budaya,
        termasuk  perilaku  berbahasa.  Pengaruh  pergaulan  di  dalam  masyarakat  (teman  sebaya)  terkadang  cukup
        menonjol, sehingga bahasa anak (remaja) menjadi lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang berkembang di

        dalam kelompok sebaya. Dari kelompok itu berkembang bahasa sandi, bahasa kelompok yang bentuknya amat
        khusus, seperti istilah baceman dikalangan pelajar yang dimaksudkan adalah bocoran soal ulangan atau tes.
        Bahasa prokem terutama secara khusus untuk kepentingan khusus pula.



                Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

            1.  Umur anak

        Manusia  bertambah  umur  akan  semakin  matang  pertumbuhan  fisiknya,  bertambahnya  pengalaman,  dan
        meningkatkan kebutuhan. Bahasa seseorang akan berkembang sejalan dengan pertambahan pengalaman dan
        kebutuhannya.  Pada  masa  remaja  perkembangan  biologis  yang  menunjang  kemampuan  berbahasa  telah
        mencapai tingkat kesempurnaan, dengan dibarengi oleh perkembangan tingkat intelektual, individu akan mampu
        menunjukkan cara berkomunikasi dengan baik.




          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134