Page 15 - combinepdf_Neat
P. 15

Kegiatan Belajar 1
         Hakikat Pertumbuhan dan Perkembangan




          Para peneliti perkembangan mencari jawaban atas pertanyaan: apa perubahan itu dan mengapa
          terjadi. Tujuan penelitian perkembangan ialah: Pertama, menjelaskan perilaku anak dalam
          perkembangannya.  Kapankah  bayi  mulai  berjalan?  Keterampilan  sosial  khusus  apa  yang
          dialami  anak  umur  4  tahun?  Bagaimana  anak  umur  6  tahun  mengatasi  konflik  dengan

          temannya?  Kedua,  bertujuan  untuk  mengidentifikasi  sebab-sebab  dan  proses-proses  yang
          menghasilkan perubahan pada perilaku dari suatu kondisi kepada kondisi lainnya.
          Para ahli psikologi perkembangan mempelajari perubahan-perubahan perilaku yang terjadi
          sejak masa konsepsi sampai akhir hayat manusia. Walaupun kebanyakan di antara mereka fokus

          penelitiannya pada periode yang dilalui anak sampai masa adolesen. Isu-isu yang ditelaah
          tentang perkembangan ada tiga. Nature dan nurture, yang mempertanyakan tentang penyebab
          atau sumber terjadinya perubahan dalam perkembangan itu dibawa sejak lahir atau karena
          pengaruh lingkungan. Continuity dan discontinuity, yaitu isu yang mempertanyakan apakah

          pola  perkembangan  itu  menetap?  Apakah  karakteristik  terdahulu  dapat  memperkirakan
          karakteristik  berikutnya.  Normative  dan  idiographic,  yang  mempertanyakan  dan
          membicarakan bahwa perkembangan itu didasari oleh proses internal biologis yang terjadi
          secara umum dan bahwa perkembangan berlangsung dari suatu langkah ke langkah berikutnya

          (normatif); atau berpusat pada seorang individu anak yang berbeda dari anak lainnya (Vasta,
          1992).
          Semula dalam mengkaji perkembangan individu terjadi, para ahli menggunakan pendekatan
          tradisional (traditional approach) yang menyatakan bahwa dalam perkembangan individu

          terjadi perubahan yang drastis sejak lahir hingga masa remaja,terjadi sedikit atau bahkan tanpa
          perubahan pada masa dewasa,  dan menurun pada usia lanjut.  Pendekatan ini mengakibatkan
          perhatian yang besar hanya pada masa bayi dan kanak-kanak awal. Namun kini yang digunakan
          adalah  pendekatan  sepanjang  masa  hidup  (the  life-span  approach)  (Santrock,  1995).

          Pendapat  ini  sesuai  dengan  yang  dikemukakan  oleh  Baltes  (1987)  bahwa,  “life-span
          developmental psychology is the field of psychology which involves the examination of both
          constancy and change in human behaviour across the entire life span, that is, from conception to
          death.”


            Pendekatan sepanjang masa hidup (the life span approach) menekankan bahwa perkembangan adalah:


                         multidimensional         multidireksional melekat secara kesejarahan
                                                                         historically embedded












               seumur hidup          lentur (plastic)         multidisiplin               kontekstual





          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20