Page 26 - combinepdf_Neat
P. 26

Kegiatan Belajar 3
         Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan








         b.      Lingkungan Sekolah
                Sekolah  merupakan  lembaga  pendidikan  formal  yang  secara  sistematis  melaksanakan  program
         bimbingan,  pengajaran,  dan  pelatihan  dalam  rangka  membantu  para  siswa  agar  mampu  mengembangkan
         potensinya secara optimal, baik yang menyangkut aspek moral-spiritual, intelektual, emosional, sosial maupun

         fisik-motoriknya.
         Hurlock mengemukakan bahwa sekolah merupakan faktor penentu bagi perkembangan kepribadian anak, baik
         dalam  secara  berpikir,  bersikap,  maupun  berprilaku.  Sekolah  berperan  sebagai  subtitusi  keluarga,  dan  guru
         sebagai substitusi orang tua.


         c.       Kelompok Teman Sebaya (Peer Group)
                     Kelompok teman sebaya sebagai lingkungan sosial bagi anak mempunyai peran yang cukup penting bagi
         perkembangan dirinya. Melalui kelompok sebaya, anak dapat memenuhi kebutuhannya untuk belajar berinteraksi

         sosial ( berkomunikasi dan bekerjasama ), belajar menyatakan pendapat dan perasaan orang lain, belajar tentang
         norma-norma kelompok, dan memperoleh pengakuan dan penerimaan sosial.
                Makin bertambah umur, si anak makin memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengadakan hubungan-
         hubungan dengan teman-teman sebayanya, sekalipun dalam kenyataannya perbedaan-perbedaan umur yang

         relatif besar tidak menjadi sebab tidak adanya kemungkinan melakukan hubungan-hubungan dalam suasana
         bermain.
                Anak yang bertindak langsung atau tidak langsung sebagai pemimpin, atau yang menunjukkan ciri-ciri
         kepemimpinan dengan sikap-sikap menguasai anak-anak lain, akan besar pengaruhnya terhadap pola-pola sikap

         atau pola-pola kepribadian. Konflik-konflik terjadi pada anak bilamana norma-norma pribadi sangat berlainan
         dengan norma-norma yang ada di lingkungan teman-teman. Di satu pihak ia ingin mempertahankan pola-pola
         tingkah  laku  yang  diperoleh  di  rumah,  sedangkan  di  pihak  lain  lingkungan  menuntut  si  anak  untuk
         memperlihatkan pola yang lain, yang bertentangan dengan pola yang sudah ada, atau sebaliknya. Makin kecil

         kelompoknya, di mana hubungan-hubungan erat terjadi, makin besar pengaruh kelompok itu terhadap anak, bila
         dibandingkan dengan kelompok yang besar yang anggota-anggota kelompoknya tidak tetap.
                Pengaruh kelompok teman sebaya terhadap anak bisa positif atau negatif. Berpengaruh positif apabila para
         anggota kelompok itu memiliki sikap dan perilaku positif atau berakhlak mulia. Sementara yang negatif apabila

         para anggota kelompoknya berperilaku menyimpang, kurang memiliki tata krama, atau berakhlak buruk..





















          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31