Page 21 - combinepdf_Neat
P. 21
Kegiatan Belajar 2
Hukum Perkembangan
3. Perkembangan Merupakan Hasil Kematangan/Kemasakan (Maturation) dan Belajar
Kematangan/kemasakan merupakan terbukanya karakteristik yang secara potensial sudah pada
individu yang berasal dari warisan genetik individu. Menurut Hurlock (1980) kematangan memberi bahan
dasar untuk belajar dan menentukan pola-pola umum dan urutan-urutan perilaku. Juga kematangan memberi
batasan sejauh mana perkembangan dapat atau tidak dapat memperoleh kemajuan sekalipun dengan metode
belajar yang paling tepat dan dengan motivasi yang kuat.
4. Ada Perbedaan individual (Individual Differences) dalam Perkembangan
Setiap orang secara biologis dan genetis benar-benar berbeda satu dari yang lainnya, bahkan dalam kasus
bayi kembar satu telur. Hurlock (1980) menyatakan bahwa dengan adanya perbedaan individual, maka:
a. Tidak dapat diramalkan secara tepat bagaimana individu akan bereaksi terhadap suatu situasi, sekalipun
diketahui ada pola-pola umum perilaku individu dalam situasi yang sama.
b. Tidak dapat diharapkan hasil perkembangan yang sama dari individu dengan usia dan kemampuan yang
sama.
c. Perbedaan individual justru berarti karena perbedaan ini diperlukan untuk individualitas dalam
pembentukan kepribadian.
5. Perkembangan Dipengaruhi oleh Budaya
Bagaimana seorang anak berkembang sangat dipengaruhi oleh budaya yang tumbuh dilingkungannya.
Misalnya, budaya dilingkungan anak menekankan peran seks tradisional (anak perempuan tidak perlu
pandai, tidak mandiri/tergantung, yang bertugas membereskan rumah, dan lain-lain), maka orangtua
cenderung mendidik anak perempuannya bersikap dan berperilaku seperti lingkungannya tersebut sehingga
anak perempuan cenderung akan terbentuk menjadi demikian juga.
6. Setiap Tahap Perkembangan Mempunyai Tugas-Tugas Perkembangan
Tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang muncul pada suatu periode tertentu dalam kehidupan
individu, yang jika dicapai akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa ke arah keberhasilan untuk
melaksanakan tugas-tugas berikutnya, dan apabila gagal akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan
hambatan dalam perkembangan berikutnya
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

