Page 40 - BUKU DARI SENAYAN UNTUK INDONESIA
P. 40
dari senayan untuk indonesia
Lomba Kritik DPR 2018 ini bisa diikuti warga negara
Indonesia. Dua katagori yang dilombakan. Katagori esai
maksimal 500 kata, dan katagori meme (gambar, karikatur,
dan video) berdurasi dua menit.
Dewan juri lomba terdiri dari peneliti Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Siti Zuhro, pakar
kebudayaan Prof Bambang Wibawarta, pakar manajemen
Prof Martani Huseini, seniman Cak Lontong, pakar
komunikasi dan pengamat politik Effendi Gazali. Effendi
merupakan ketua dewan juri. Kick off lomba ini ditandai
dengan diskusi “Tolok Ukur Kebebasan Kritik DPR” di
Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 19 April
2018. Sejumlah calon juri dihadirkan.
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menganalogikan
kritik seperti pupuk. Kalau tanaman kekurangan nutrisi
itu, hanya akan menjadi bonsai. Kritik sangat penting
untuk mengetahui dari mana perbaikan harus dimulai agar
proses tumbuh kembang terus berjalan.
“Semangat kami mendorong diadakannya lomba kritik
DPR karena kritik adalah pupuk. Saya ingin DPR tumbuh
besar karena diberikan pupuk kritik. Tanpa kritik kami
tidak tahu dari mana akan memulai melakukan perbaikan,”
kata Bambang.
Pernyataan Bambang ini mempertegas bahwa DPR
tidak antikritik. Menurut Bambang, menjadi sebuah
anomali ketika DPR dalam fungsi pengawasannya kerap
3