Page 322 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 322
KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN
organisasi, dan memberi arah pergerakan kebangsaan sudah menjadi
pengetahuan umum.
Beliau bukan saja pemimpin yang mampu menggerakkan dan
menggetarkan, juga menginspirasi dan yang terpenting menjadi pendidik
para calon pemimpin. Salah satu anak didiknya, dan pernah menjadi
menantunya, adalah Bung Karno.
Saya berbangga hati karena lahir dan besar dalam semangat dan darah SI.
Ayah saya, Thayeb Mohammad Gobel adalah seorang yang lahir dari rahim
organisasi ini dan Alhamdulillah semangat dan darah itu terus terpelihara
pada diri saya hingga kini.
Insyaallah, semangat SI tidak akan lepas dari diri saya, dan akan selalu
mewarnai setiap langkah saya, baik di bidang usaha maupun politik yang
kini tengah saya jalani.
Bukahkah sejak awal tokoh kita HOS Tjokroaminoto telah menegaskan
bahwa SI adalah perhimpunan yang berhaluan politik? Sejarah mencatat,
sikap ini secara tegas telah dinyatakan beliau pada dalam rapat Centraal
Sarekat Islam pada 18 April 1914 dan Kongres Nasional Sarekat Islam di
Bandung pada 17-24 Juni 1916.
SI pernah berjaya menjadi pergerakan dan organisasi terbesar di tanah
air. Setelah mengalami pasang surut yang cukup panjang, kini kita harus
bertekad untuk kembali membesarkan pergerakan ini dengan memahami
elan vital SI, seperti yang dikukuhi para perintisnya, khususnya HOS
Tjokroaminoto, Sang Pemimpin Besar Kita.
Sampai saat ini, SI masih mempunyai kantong-kantong pergerakan
dan berpengaruh di sejumlah titik. Di Sulawesi misalnya, SI masih sangat
berpengaruh. Di tanah Jawa, masih ada enclave-enclave SI yang besar, salah
satunya di Banjarnegara.
Semoga acara peringatan yang diinisiasi Banjarnegara, menjadi pertanda
SI akan kembali menjadi penjuru pergerakan kebangsaan. Banjarnegara
harus menjadi pelopornya untuk menjadi lokomotif kebangunan SI.
Sesuai cikal bakal SI yang berasal dari Syarekat Dagang Islam, anggaran
dasar yang diwariskan Tjokroaminoto secara tegas menyatakan, tujuan SI
adalah kesejahteraan umum dan kemakmuran ekonomi. Oleh karena itu, SI
adalah gerakan politik kemakmuran, bukan sekedar politik kekuasaan. Saya
sendiri lebih suka menyebutkan politik SI adalah Politik Pembangunan.
Dalam posisi sebagai Wakil Ketua DPR RI/Korinbang, saya selalu berupaya
mewujudkan semangat politik pembangunan SI ini yaitu meningkatkan
304

