Page 317 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 317

KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL

                    rata-rata  sebelum  pandemi  4%-5%. Apalagi  menurut BPS,  pertumbuhan
                    kuartal II 2021 belum banyak berpengaruh pada serapan tenaga kerja.
                       Untuk itu, sangat penting untuk mencermati kualitas proses pemulihan
                    ekonomi yang tengah berlangsung  saat ini.  Tentu  tidak  ada  yang
                    mengharapkan, proses  pemulihan  ini  akan menimbulkan  beban baru
                    berupa meningkatnya ketimpangan.
                       Tantangan ke depan memang tidak hanya sekedar bagaimana mencapai
                    pertumbuhan  yang tinggi,  tapi  juga  meningkatkan kualitas  pembangunan
                    itu sendiri. Isu utama pembangunan ke depan adalah membawa Indonesia
                    ke luar dari middle income trap. Ini memang tidak mudah.
                       Secara struktur,  pelaku  ekonomi  nasional  masih  sangat  didominasi
                    sektor UMKM  yang secara kualitas  masih  sangat membutuhkan  insentif
                    dalam  berbagai  bentuk. Tidak  hanya menyangkut permodalan, tapi  juga
                    akses pasar dan peningkatan efisien sumber daya manusia dan teknologi.
                    Inilah tantangan terbesar yang harus dijawab agar pembangunan ekonomi
                    bisa dirasakan semua lapisan bangsa Indonesia.
                    Peran IJB-Net
                       Baik dalam kerangka government  to government (G to G)  maupun business
                    to business (B toB), dinamika hubungan kerjasama Indonesia-Jepang berjalan
                    sangat baik dan saling menguntungkan. Bangsa Indonesia dan bangsa Jepang
                    telah  melihat dan  merasakan,  hubungan  kedua  negara berjalan  setara
                    sebagai mitra strategis, dalam semangat  heart to heart. Hubungan  yang
                    terjalin sejak 1958 tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, juga semakin
                    mendekatkan ke dua bangsa secara budaya, sosial dan politik.
                       Sejak  Indonesia  memasuki  era penanaman  modal  asing  (PMA) pada
                    1967, Jepang telah menjadi mitra bisnis terbesar. Tidak hanya menjadi mitra
                    dagang utama, Jepang juga adalah salah satu investor terbesar di Indonesia.
                    Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2016-2020), realiasi investasi Jepang
                    di Indonesia mencapai US$ 39,1 miliar atau berada di posisi ke dua setelah
                    Singapura US$ 77,2 miliar.
                       Sampai saat ini, tidak kurang dari 1.500 perusahaan Jepang bermitra dan
                    beroperasi di Indonesia dengan kontribusi nilai tambah US$ 52,5 miliar atau
                    10% total PDB Indonesia. Tenaga kerja yang diserap  4,7 juta orang, di mana
                    93,3% di antaranya adalah pekerja lokal.
                       Jepang juga  berkontribusi  melalui  sektor infrastuktur seperti
                    pembangunan  pembangkit  listrik  yang  secara total kapasitasnya  9.980
                    MW. Melalui  MRT,  Jepang  juga  berperan dalam  pembangunan  fasilitas
                    transportasi di Indonesia.




                                                       299
   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322