Page 313 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 313
KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL
ekonomi digital ini, mereka mempunyai pendekatan yang berbeda dalam
pendekatan tata kelola data lintas batas.
Transisi Energi Bersih
Topik ini memberi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukan
komitmen mengatasi tantangan perubahan iklim (climate change) dan
pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Mendesak anggota
G20 yang menjadi penyumbang CO2 terbesar
untuk lebih aktif mengurangi emisi yang
mereka hasilkan.
Berdasarkan data, lima negara
penyumbang terbesar adalah China, Perlu meyakinkan
Amerika Serikat, India, Rusia dan Uni
Eropa. Ke-iima negara ini menyumbang anggota G20
60% emisi CO global. China misalnya, tiap bahwa Indonesia
2
2
tahun menghasilkan 10,66 miliar ton CO mempunyai
atau 30,65% dari total dunia 36,7 miliar ton. kedudukan
Amerika Serikat 4,71 miliar ton (13,54%), strategis dan
India, Rusia dan Uni Eropa masing-masing
sekitar 2,5 miliar ton, atau masing-masing mempunyai
memberi kontribusi sekitar 7%. kesiapan untuk
Melalui Conference Of Parties (COP-21), berperan besar
Indonesia telah menyatakan komitmen dalam membantu
untuk menekan emisi CO sebesar 29% pada dunia menekan
2
2030, dan bisa sampai 41% dengan bantuan 2
internasional. Target ini antara lain bisa emisi CO .
dicapai dengan meningkatkan penggunaan
energi baru dan terbarukan dari saat ini
sekitar 11% menjadi 23%.
Perlu meyakinkan anggota G20 bahwa Indonesia mempunyai kedudukan
strategis dan mempunyai kesiapan untuk berperan besar dalam membantu
dunia menekan emisi CO . Menawarkan sejumlah proyek hijau (green
2
project) yang saling menguntungkan menjadi kunci dan sekaligus bisa
mendatangkan investasi dalam jumlah besar. (*)
295

