Page 312 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 312

KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN


                      Persoalannya bukan  sebatas ketimpangan akses atau lain sebagainya,
                   tapi juga menyangkut tata kelola aliran data lintas batas. Indonesia perlu
                   menekankan  isu  ini  dalam  G20,  pasalnya  masalah  ini  kian  memperparah
                   kesenjangan digital.
                       Bagi negara berkembang seperti Indonesia, persoalan data lintas batas
                   sangat penting agar tidak hanya  menjadi  subordinat dalam  ekosistem
                   digitalisasi global. Keuntungan terbesar hanya diraih beberapa negara dan
                   perusahaan digital global, yang dengan kemajuan teknologinya mampu
                                                 mengontrol data lintas batas.  Kita jangan
                                                 hanya akan menjadi penyedia data mentah
                   Pertanyaan kunci              untuk platform digital global, namun  harus
                                                 membayar mahal untuk kecerdasan  digital
                   yang harus bisa               yang dibangun  oleh negara maju,  padahal
                   dijawab adalah                datanya diperoleh dari kita sendiri.
                   bagaimana                         Disamping  itu,  fakta juga  menunjukan,
                   mengawinkan                   e-commerce     yang   berkembang     pesat

                   kepentingan                   bersama    kemajuan     digitalisasi,  telah
                                                 menimbulkan  ekses dan potensi kerugian
                   nasional dan                  yang besar  bagi Indonesia. Peningkatan
                   kepentingan global            transaksi  online misalnya, telah membuat
                   agar kita bisa                semakin leluasanya barang impor msuk ke
                   mendapat manfaat              Indonsia. Menurut  data  Dirjen  Bea  Cukai,
                   besar ini.                    kiriman  barang  e-commerce  yang masuk
                                                 ke  Indonesia melonjak  tajam,  dari  hanya
                                                 19,57 juta pake pada 2018 menjadi 49,69 juta
                                                 paket pada 2019. Sudah bisa dipastikan, saat
                                                 ini angkanya kian membesar.
                                                    Masalahnya bukan  sekedar arus impor,
                   tapi telah sangat menganggu kegiatan ekonomi dalam negeri, terutama
                   UMKM. Dan ini sejalan dengan laporan UNCTAD, dimana perkembangan
                   data lintas batas ini meningkatkan ketidakpastian dan ini sangat merugikan
                   usaha mikro dan kecil. Maraknya kasus pinjaman on-line oleh perusahaan
                   fintech ilegal dari luar negeri juga bisa menjadi contoh.
                      Melalui pembahasan topik transisi digitalisasi, jika sebagai presidensi bisa
                   menyuarakan dengan keras, Indonesia bepeluang memberikan kontribusi
                   yang besar dalam membangun tata kelola data lintas batas global yang adil.
                   Untuk itu, Indonesia jangan sampai terjebak oleh kepentingan negara kuat
                   Amerika, Eropa dan China. Seperti kita tahu di antara pemain utama dalam




                                                      294
   307   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317