Page 307 - BUKU MENYERAP ASPIRASI MENCIPTAKAN SOLUSI
P. 307
MENYERAP ASPIRASI MENCIPTAKAN SOL USI
Dulu, jika orang butuh uang untuk pinjaman sangat
sulit, harus ke bank, pegadaian atau rentenir. Sekarang kita
mengenal fintech atau sering juga disebut pinjaman online.
Kehadiran fintech ini sangat positif, karena memudahkan
masyarakat untuk mengakses lembaga pembiayaan.
Mendapat pinjaman melalui fintech jauh lebih mudah, tidak
membutuhkan birokrasi seperti ke bank misalnya. Apalagi
meminjam melalui fintech tidak membutuhkan jaminan.
Hadirin yang saya hormati
Berdasarkan data dari lembaga pengawas sektor
keuangan yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai pinjaman
yang disalurkan melalui fintech ini meningkat pesat. Begitu
juga dengan jumlah perusahaan yang bergerak di bidang
fintech.
Total nilai pinjaman yang disalurkan fintech sampai
Desember 2019, sudah mencapai Rp 81,497 triliun atau
meningkat 259,56 persen dibandingkan posisi Desember
2018.
Sebagian besar pinjaman ini masih disalurkan di pulau
Jawa yang besarnya mencapai Rp 69,823 triliun atau sekitar
85,6 persen dari total pinjaman yang disalurkan di seluruh
Indonesia. Sisanya sekitar Rp 11,673 triliun atau sekitar 14,4
persen disalurkan di luar Jawa.
Data-data tersebut berasal dari transaksi pinjaman yang
dilakukan melalui perusahan resmi atau legal. Jumlahnya
akan lebih besar lagi, kalau pinjaman dari pembiayaan fintech
ilegal atau tidak terdaftar di OJK dimasukkan.
Harus diakui, kehadiran fintech sangat membantu keuangan
ekonomi rakyat, terutama mereka yang ada dilapisan
menengah-bawah. Kehadiran fintech ini sangat membantu
sektor usaha, mikro, kecil dan menengah yang terkadang
286