Page 304 - BUKU MENYERAP ASPIRASI MENCIPTAKAN SOLUSI
P. 304
SATU TAHUN KIPRAH WAKIL KETUA DPR KORINBANG DR (HC) RACHMAT GOBEL
Di bidang pendidikan misalnya, sekitar 59 persen dari
tenaga kerja Indonesia hanya berpendidikan SMP dan
SD. Kemampuan atau skill mereka kurang memadai
untuk menghadapi tantangan pertumbuhan ekonomi dan
modernisasi yang kian meningkat.
Dalam bidang ekonomi, ketimpangan itu juga masih
sangat terasa. Meski gini ratio sebagai indikator ketimpangan
mengalami penurunan, namun angkanya masih tergolong
tinggi. Tahun 2019 lalu, angka gini ratio Indonesia masih
tercatat 0.384 atau hanya turun 0.002 dibandingkan 2018.
Angka ini tentu terkait dengan ketersediaan lapangan
kerja yang belum memadai. Berdasarkan angka Badan Pusat
Statistik 2019, dari 133,56 juta angkatan kerja yang ada, baru
sekitar 67 persen (89.97 orang) yang bekerka penuh. Sisanya
7,05 juta orang (5,2) merupakan pengangguran terbuka, 8,13
juta orang (6,08 persen) bekerja kurang dari 35 jam seminggu,
28,41 juta orang (21,27 persen) bekerja paruh waktu.
Oleh karena itu, saya berpendapat, tema kuliah umum ini
yaitu “Reposisi Gerakan SEMMI, Sumbangsih Nyata terhadap
Ummat dan Negara” menjadi sangat kontekstual dengan
tantangan yang dihadapi bangsa ini. Saat ini bangsa Indonesia
sangat membutuhkan gerakan-gerakan dengan semangat
memberikan sumbangsih nyata terhadap umat dan negara.
Gerakan reposisi SEMMI ini harus mendapat dukungan,
apalagi sejak awal semangat yang dikembangkan Sarikat
adalah perjuangan bangsa melalui lapangan ekonomi untuk
meningkatkan daya saing ekonomi umat.
Dan saat ini adalah momentum yang paling tepat bagi
SEMMI melakukan reposisi dengan mengembangkan
program organisasi ke kancah pemberdayaan ekonomi
masyarakat. Salah satu peluang besar, menurut saya,
adalah bagaiman SEMMI ikut terjun dalam membangkit
semangat kewirausahaan pada angggota dengan membantu
menularkan ide-ide kreatif ke tengah umat.
283