Page 302 - BUKU MENYERAP ASPIRASI MENCIPTAKAN SOLUSI
P. 302
SATU TAHUN KIPRAH WAKIL KETUA DPR KORINBANG DR (HC) RACHMAT GOBEL
arab maupun Yahudi, mereka dari suku (bani) Khazraj, Aus,
Yahudi atau keturunan suku lainnya.
Sebagai umat Islam, kita dilarang untuk bersikap skeptis
dalam menghadapi persoalan apapun, tidak ada alasan bagi
umat Islam-apalagi bagi generasi muda Islam yang tergabung
dalam berbagai organisasi pemuda dan kemahasiswaan—
untuk pesimis melihat kemampuan nilai-nilai Islam dalam
menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa kita
saat ini, termasuk isu intoleransi.
Hadirin yang saya hormati
Sesuai dengan subtema yang diberikan kepada saya yaitu
Politik dan Ancaman Intoleransi saya berpendapat, dalam
masyarakat Indonesia yang majemuk, plural, ancaman
itu potensi ancaman itu akan selalu ada. Adalah tugas kita
bersama untuk selalu menjaga agar potensi ancaman itu
tidak sampai merusak kita sebagai satu bangsa.
Para ahli, akademis dan pengamat sosial politik banyak
yang berpendapat, sikap intoleran antara lain muncul karena
fanatisme yang sempit. Saya termasuk yang mendukung
pendapat ini. Pengalaman saya selama ini sebagai pengusaha
dan aktif berbagai di sejumlah organisasi, maupun sebagai
orang yang kini terjun dalam dunia politik mengajarkan,
fanatisme yang sempit adalah salah satu faktor untuk yang
membuat orang sulit untuk berkembang dan mengejar
prestasi. Islam pun mengajarkan bahwa kita harus
menghindari sifat fanatisme.
Hadirin yang saya hormati
Tentu kita sudah sering mendengar bahwa politik adalah
mengelola sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,
mengelola kepercayaan, harapan, masalah yang dihadapi
rakyat dari pesimistis menjadi optimistis. Dalam kaitan ini,
281