Page 77 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 77
transformasional, menekankan digitalisasi keseluruhan, termasuk dalam konteks Pertamina saat ini
dan inklusi keuangan sebagai sumber peluncuran Danantara, karena tingkat dipimpin Simon
pertumbuhan jangka panjang. Pendekatan transparansi tata kelola dan risiko masih Aloysius Mantiri
ini dipandang relevan di tengah tekanan menjadi perhatian utama pasar modal. yang memfokuskan
margin bunga dan persaingan layanan kebijakannnya pada
keuangan digital. Prospek 2026 transparansi dan tata
Namun, pergantian CEO juga Lalu, bagaimana prospek BUMN pada Kelola, kepatuhan,
menyimpan risiko. Toto Pranoto, menilai 2026? Banyak analis menilai peluangnya manajemen risiko,
frekuensi rotasi pimpinan berpotensi relatif cerah, namun dengan sejumlah dan efisiensi
menghambat konsistensi strategi. prasyarat. Konsolidasi aset melalui operasional.
“Direktur utama BUMN sekarang tidak Danantara berpotensi memperkuat neraca
hanya mengelola perusahaan, tetapi dan meningkatkan kredibilitas BUMN di
juga relasi dengan holding investasi dan mata investor global. Struktur holding masa depan BUMN tidak hanya ditentukan
pemerintah. Leadership harus strategis, juga memungkinkan sinergi yang lebih oleh struktur kelembagaan. “Danantara
bukan sekadar administratif,” ujarnya. efisien dan pengelolaan risiko yang lebih bisa menjadi katalis reformasi BUMN, tapi
Menurut Toto, masa adaptasi CEO terukur. juga bisa menjadi bottleneck baru jika tata
baru kerap memperlambat pengambilan Namun, keberhasilan itu sangat kelolanya tidak dijaga ketat,” katanya.
keputusan, terutama di BUMN yang bergantung pada keseimbangan Dengan melihat angka kinerja kuartal
sedang menjalani restrukturisasi berat kebijakan. Jika Danantara mampu ketiga 2025, proyeksi BUMN menuju
seperti sektor konstruksi dan transportasi. menjaga jarak dari intervensi nonbisnis 2026 mencerminkan stabilitas moderat
Memang sejatinya perubahan dan memberikan ruang bagi CEO dibanding tahun-tahun sebelumnya,
pimpinan ini bertujuan merespons dua untuk mengambil keputusan korporasi dengan skenario risiko yang terukur.
kebutuhan: efisiensi jangka pendek dan secara profesional, BUMN berpeluang Adapun arah positifnya sejauh ini antara
strategi jangka panjang yang lebih adaptif bertransformasi menjadi value creator. lain penekanan disiplin dividen dan
terhadap teknologi dan pasar global. Sebaliknya, jika tekanan fiskal dan efisiensi biaya, konsolidasi aset di bawah
Namun, analis seperti Jonathan kepentingan jangka pendek terlalu Danantara membuka ruang sinergi
F. Garner, Equity Strategist di Morgan dominan, reformasi berisiko berhenti di operasional, serta kepemimpinan baru
Stanley, menilai investor masih bersikap tengah jalan. membawa fokus pada transformasi digital
hati-hati terhadap prospek BUMN secara Bhima Yudhistira menegaskan bahwa dan tata kelola profesional. *
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 77

