Page 73 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 73
Danantara menempatkan investasi Untuk obligasi, Danantara
Waste-to-Energy (WtE) sebagai salah satu memprioritaskan SBN. Selain mendukung
prioritas utama. Proyek ini dinilai mampu pembiayaan negara, portofolio obligasi
mengatasi dua isu besar sekaligus yaitu pemerintah menawarkan stabilitas
pengelolaan sampah perkotaan serta yang berguna di tengah gejolak global.
penyediaan energi berbasis sumber daya Mayoritas akan ditahan hingga jatuh
lokal. tempo—strategi konservatif, tetapi logis
Dengan volume sampah rumah bagi lembaga yang diberi mandat menjaga
tangga yang terus meningkat di kota- stabilitas makro.
kota besar Indonesia, kebutuhan Sementara itu, Komisi XI DPR
akan solusi yang lebih modern dan memberikan arahan agar langkah
berkelanjutan tidak dapat ditunda lagi. investasi Danantara tetap sejalan dengan
Teknologi WtE menjadi opsi yang tidak kepentingan nasional. Wakil Ketua
hanya mengurangi ketergantungan pada Komisi XI Dolfie O.F.P menegaskan bahwa
TPA, tetapi juga menghasilkan listrik yang investasi Danantara harus mengupayakan
dapat terintegrasi dengan sistem energi peningkatan kapabilitas lokal,
nasional. memperkuat prioritas pembangunan
Danantara memetakan beberapa nasional, serta memberikan dampak
daerah yang siap menjalankan tender ekonomi baik di tingkat pusat maupun
WtE, yakni Bogor, Bekasi, Denpasar, dan daerah.
Yogyakarta. Meski demikian, Danantara Dolfie O.F.P, Wakil Ketua Komisi Dalam konteks ini, Danantara duduk di
juga menyiapkan strategi jangka panjang XI DPR persimpangan rumit antara logika pasar,
untuk memperkuat proyek WtE di kota- strategi negara, dan tuntutan publik.
kota lain seperti Jakarta dan Bandung Tantangan bukan hanya memilih proyek
yang memiliki tantangan sampah jauh yang tepat, tetapi bertahan sebagai
lebih besar. investor yang kredibel, bukan mesin
Jika seluruh proyek WtE patronase politik.
berjalan sesuai rencana, Danantara Investasi Danantara
memperkirakan proyek-proyek ini harus mengupayakan Fase Pembuktian
dapat menyerap hingga 4.500 tenaga Jika 2025 adalah fase pembentukan,
kerja selama masa konstruksi. Setelah peningkatan kapabilitas maka 2026 adalah fase pembuktian.
beroperasi, proyek ini tidak hanya Danantara mencoba meniru model
menghasilkan energi listrik, tetapi juga lokal, memperkuat prioritas sovereign wealth fund global, tetapi
menciptakan ekosistem ekonomi baru pembangunan nasional, dengan sentuhan khas Indonesia—
di sekitar fasilitas, termasuk daur ulang, perpaduan tujuan finansial, sosial, dan
pemilahan sampah, dan pengangkutan serta memberikan dampak geopolitik.
berbasis teknologi. ekonomi baik di tingkat Ambisinya besar yaitu membiayai
transformasi industri, memperkuat
Strategi di Pasar Modal pusat maupun daerah. jejaring ekonomi global, mengurangi
Di pasar modal, Danantara ketergantungan impor, dan menstabilkan
tidak berniat bermain spekulatif. pasar modal. Namun ia juga harus
Ali Setiawan menegaskan bahwa terampil mengelola risiko—proyek lambat,
perusahaan hanya akan masuk pada birokrasi, politik anggaran, dan gejolak
saham berfundamental kuat—sebuah global.
pendekatan klasik sovereign investor. Pada akhirnya, Danantara bukan
Namun ruang manuver terbatas. hanya lembaga investasi negara. Ia
Bobot Indonesia di indeks MSCI hampir adalah ujian, apakah Indonesia mampu
jatuh di bawah 1 persen, membuatnya menggunakan kapital strategis untuk
kurang menarik bagi investor global dan mempercepat lompatan strukturalnya
menyulitkan investor domestik skala atau sekadar menciptakan entitas besar
besar untuk membentuk portofolio yang lain yang hilang dalam ambisi sendiri. *
likuid.
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 73

