Page 69 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 69
pertumbuhan ekonomi global,
ketegangan geopolitik, dan perubahan
arah kebijakan fiskal di negara maju
menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
BI secara konsisten memantau data
inflasi dan pertumbuhan domestik
sebelum menentukan langkah kebijakan
berikutnya.
Wijayanto Samirin, ekonom
Universitas Paramadina, menekankan
pentingnya kesiapan otoritas dalam
mengantisipasi tekanan eksternal.
“Pendalaman pasar modal dan perbankan
harus disertai penguatan manajemen
risiko dan pengawasan yang konsisten
agar peningkatan likuiditas tidak
menimbulkan risiko sistemik baru,”
katanya.
Bhima Yudhistira dari Celios menilai
fleksibilitas BI sebagai strategi penting.
“Keseimbangan antara menahan suku
bunga dan tetap membuka ruang
penurunan merupakan sinyal positif bagi
pasar dan korporasi. Ini menunjukkan
BI tidak hanya reaktif, tetapi antisipatif
terhadap risiko eksternal dan internal,”
jelasnya.
Momentum dan Strategi
Tidaklah berlebihan jika penting bagi pasar: stabilitas moneter Bagi sektor perbankan,
dikatakan pada 2026, konsensus pasar dan fleksibilitas kebijakan menjadi kebijakan BI sepanjang 2025
menunjukkan peluang pertumbuhan kunci. Di tengah ketidakpastian global, memberikan ruang bernapas.
Penurunan suku bunga
pasar modal yang lebih kuat, BI menunjukkan pendekatan hati-hati menekan biaya dana dan
dikombinasikan dengan kebijakan berbasis data. Pasar modal Indonesia membuka peluang ekspansi
moneter yang fleksibel namun hati- menunjukkan kemampuan adaptasi, kredit.
hati. Penahanan suku bunga di akhir didukung investor domestik dan asing
2025 menunjukkan BI menimbang dua yang menilai fundamental ekonomi tetap
dimensi: mendukung pertumbuhan menarik.
ekonomi dan menjaga stabilitas makro. Selain itu, para analis menekankan
Dengan dukungan likuiditas pasar perlunya diversifikasi sektor dalam
yang meningkat, proyeksi pertumbuhan portofolio investasi. Sektor keuangan BI, likuiditas pasar yang memadai,
laba emiten yang positif, serta ekspektasi tetap menjadi magnet utama karena suku serta ekspektasi pertumbuhan laba
IHSG yang menguat, pelaku pasar bunga rendah mendorong permintaan emiten menegaskan bahwa Indonesia
dapat memanfaatkan momentum secara kredit dan ekspansi perbankan. Sektor berada di jalur tepat untuk mendukung
optimal. Regulasi moneter adaptif, komoditas, seperti emas, tembaga, dan pertumbuhan ekonomi yang
ditambah koordinasi dengan kebijakan batu bara, diproyeksikan memberikan berkelanjutan serta stabilitas keuangan
fiskal, menjadikan 2026 sebagai tahun kontribusi positif terhadap IHSG. yang kuat. Kombinasi kesiapan otoritas,
peluang bagi investor saham dan Sektor teknologi dan infrastruktur diversifikasi sektor, dan manajemen risiko
korporasi, selama fundamental ekonomi dipandang sebagai katalis pertumbuhan yang baik menciptakan momentum bagi
tetap terkendali dan data makro jangka menengah karena meningkatnya pasar untuk mempertahankan opti misme
mendukung arah kebijakan lanjutan. investasi korporasi dan pemerintah. sekaligus mengantisipasi ketidakpastian
Tahun 2025 meninggalkan pelajaran Memasuki 2026, sinyal positif dari global yang masih tinggi.*
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 69

