Page 65 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 65
ketergantungan berlebihan pada bank
milik negara.
Bagi Bank Indonesia, kebijakan DHE
menambah satu lapis kompleksitas dalam
menjaga stabilitas nilai tukar. Di satu
sisi, BI mendapat pasokan valas yang
lebih besar di sistem domestik. Di sisi
lain, BI tetap harus mengelola persepsi
pasar global yang sensitif terhadap sinyal
kontrol modal. PEMBATASAN
Untuk meredam risiko tersebut, PENEMPATAN DANA
BI mengoptimalkan instrumen pasar.
Intervensi spot, transaksi Domestic EKSPORTIR BERISIKO
Non-Deliverable Forward (DNDF), serta MENGGANGGU
penguatan pasar uang dan valas melalui MEKANISME PASAR.
Peraturan BI Nomor 6 Tahun 2024
menjadi tulang punggung kebijakan KALAU FLEKSIBILITAS
moneter. Volume transaksi DNDF dan EKSPORTIR UNTUK
pasar valas domestik kini mencapai 9
miliar–10 miliar per hari, mencerminkan MEMILIH BANK DIBATASI,
pendalaman pasar yang lebih baik. BIAYA PENDANAAN BISA
BI juga mengembangkan instrumen
Term Deposit Valas DHE, yang sejak NAIK DAN PEMBIAYAAN David Sumual, Chief Economist
2024 hingga 2025 mencatat transaksi PERDAGANGAN Bank Central Asia (BCA)
kumulatif hingga 1,85 miliar dollar
AS. Instrumen ini dirancang agar TERGANGGU. INVESTOR
penempatan devisa tetap berbasis BISA MELIHAT INI SEBAGAI
mekanisme pasar, meski berada dalam
kerangka kebijakan DHE. KEBIJAKAN YANG KURANG
RAMAH PASAR.
Stabilitas dan Kontrol
Masalah utama kebijakan DHE bukan
pada niatnya, melainkan pada pesan yang
dikirimkan ke pasar. Dalam ekonomi
global yang semakin terfragmentasi,
negara berkembang memang cenderung moneter menjadi kunci agar kebijakan persimpangan: antara kebutuhan
memperkuat pertahanan domestik. ini tidak melenceng. Pemerintah menjaga stabilitas makro dan komitmen
Namun sejarah menunjukkan bahwa menegaskan bahwa fluktuasi rupiah pada prinsip pasar terbuka. Garis
kontrol devisa—bahkan dalam bentuk sebagian besar dipicu faktor eksternal— pembatasnya tipis. Jika terlalu longgar,
lunak—sering kali menjadi pedang mulai dari suku bunga AS hingga devisa kembali bocor keluar. Jika
bermata dua. geopolitik global. Namun pasar menilai terlalu ketat, kepercayaan pasar bisa
Helmi Arman, ekonom Citibank, kredibilitas kebijakan dari konsistensi ikut menguap. Di situlah seni kebijakan
memperingatkan bahwa tekanan dan prediktabilitasnya. diuji, bukan hanya pada angka cadangan
musiman permintaan dollar AS di awal Dalam jangka pendek, kebijakan devisa, tetapi pada persepsi global
tahun dapat mengurangi suplai valas DHE terbukti meningkatkan suplai tentang arah ekonomi Indonesia ke
antarbank hingga 2 miliar dollar AS dolar dan menopang stabilitas rupiah. depan.*
per bulan, memaksa BI meningkatkan Dalam jangka menengah, tantangannya
intervensi. Jika dikombinasikan dengan adalah menjaga agar kebijakan ini tidak
persepsi kontrol, tekanan tersebut bisa berkembang menjadi kontrol devisa
memicu volatilitas yang justru ingin terselubung yang mengikis kepercayaan
dihindari. investor.
Oleh karena itu, koordinasi fiskal dan Indonesia kini berada di
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 65

