Page 61 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 61
pakar human capital BUMN, FHCI
Connect Expert Series, pemerintah
menambahkan lapisan lain dalam
narasi digitalisasi yaitu kesiapan
talenta. Mewakili Deputi Bidang
Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi
Digital, Sekretaris Deputi, Pujo Setio
mengingatkan bahwa digitalisasi
hanya bermakna jika manusianya siap.
“Teknologi hanya alat. Tanpa manusia KITA INGIN
yang siap dan beretika, kita bisa tersesat,” MELAHIRKAN
ujarnya.
Oleh karena itu diperlukan program KONSUMEN YANG
pelatihan yang memperkuat etika TIDAK HANYA CERDAS
penggunaan teknologi. Kerangka DIGITAL, TETAPI JUGA
strategis nasional seperti Buku Putih
‘Stranas Ekodig’ pun dikembangkan MAMPU MENJAGA
untuk mengarahkan fokus digital DIRI DAN BERPERAN
nasional, mulai dari kebijakan material
dasar, pangan, pendidikan, hingga AKTIF MEMBANGUN
elektronik dan kesehatan. Yang terjadi EKOSISTEM
saat ini, minat pengembangan AI di
Indonesia masih terkonsentrasi di PELINDUNGAN Filianingsih Hendarta,
wilayah seperti Jawa, Kepulauan Riau, KONSUMEN YANG Deputi Gubernur Bank Indonesia
dan Kalimantan.
Target ambisius pemerintah TANGGUH DAN
sebesar pertumbuhan ekonomi 8 BERKELANJUTAN.
persen dijadikan tolok ukur kesiapan
transformasi. Dengan penetrasi internet
nasional mendekati 80 persen dan rekam
Identitas Kependudukan Digital (IKD)
mencapai 98 persen, infrastruktur digital
Indonesia sebenarnya sudah berada pada
lintasan yang benar.
Namun begitu, di balik semua konsep
strategis tersebut, eksekusi edukasi
keuangan menjadi fondasi. Sampai saat keuangan, dan pemangku kepentingan literasi adalah fondasi dan kepercayaan
ini OJK telah melakukan 4.768 kegiatan lainnya untuk memperluas dan adalah mata uang. Dalam ekonomi
edukasi keuangan sepanjang 2025, mempercepat akses masyarakat terhadap digital, keduanya harus berjalan bersama.
yang menjangkau 8,34 juta peserta. layanan keuangan formal. Dengan ancaman fraud semakin
Dan yang tak kalah penting ada 235,77 Sejatinya Indonesia telah canggih, ketimpangan digital membesar,
juta masyarakat tersentuh Program membangun banyak hal dalam satu dan inovasi melaju cepat, Indonesia
GENCARKAN. dekade terakhir. Di antaranya sistem memasuki fase baru: perlombaan antara
GENCARKAN sendiri merupakan pembayaran real-time, standar QR kecepatan teknologi dan kemampuan
salah satu program literasi terbesar di nasional, budaya digital-native, di tengah negara melindungi warganya.
Asia—secara literal sebuah kampanye ekosistem fintech yang berkembang Untuk saat ini, OJK, BI, pemerintah,
nasional berjejaring yang dilakukan di cepat. Namun tantangannya kini bukan industri, dan ekosistem talenta tampak
seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/ sekadar meningkatkan akses tetapi bergerak di arah yang sama. Namun
kota melalui TPAKD. TPAKD adalah memastikan akses itu aman, produktif, seperti halnya transformasi digital di
Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, dan inklusif. seluruh dunia, pertanyaan terbesarnya
sebuah forum koordinasi strategis antara Regulator paham benar mengenai tetap sama: Bisakah otoritas bergerak
pemerintah daerah, OJK, lembaga hal itu. Maka mereka juga tahu bahwa cukup cepat? *
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 61

