Page 60 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 60
meluncurkan Gerakan Bersama Edukasi
Pelindungan Konsumen (GEBER PK)
2025–2026.
Di tengah maraknya AI-driven
fraud, deepfake, dan rekayasa sosial,
perlindungan konsumen kini menjadi isu
strategis nasional. “Kita ingin melahirkan
konsumen yang tidak hanya cerdas
digital, tetapi juga mampu menjaga
diri dan berperan aktif membangun
ekosistem pelindungan konsumen yang
tangguh dan berkelanjutan,” kata Deputi
Gubernur BI Filianingsih Hendarta, awal
November 2025.
GEBER PK merupakan langkah
nyata sinergi nasional lintas otoritas,
asosiasi, industri, dan akademisi untuk
memperkuat edukasi, literasi, dan
pelindungan konsumen di era kemajuan
teknologi. Filianingsih menegaskan,
pelindungan konsumen merupakan
upaya melindungi individu dan menjaga
kepercayaan masyarakat terhadap
sistem keuangan nasional. Hal ini sejalan
dengan Asta Cita Pemerintah yang
menekankan pentingnya peningkatan
keberdayaan dan pelindungan konsumen
sebagai bagian dari upaya membangun
bangsa yang mandiri, inklusif, dan
berdaya saing di era digital.
Bank Indonesia melalui GEBER
PK terus memperkuat sinergi dengan
Otoritas Jasa Keuangan dan seluruh
otoritas terkait, asosiasi, industri,
acara itu “simbol sinergi nasional” akademisi, dan komunitas untuk
dan menekankan pentingnya frugal memperluas edukasi dan literasi
Di tengah maraknya innovation, inovasi hemat sumber daya keuangan di seluruh lapisan masyarakat.
AI-driven fraud, yang memungkinkan teknologi digital “Pelindungan konsumen bukan
deepfake, dan menjangkau masyarakat yang selama ini hanya soal keamanan transaksi, tetapi
rekayasa sosial, berada di luar radar sektor formal. tentang keberdayaan masyarakat,” kata
perlindungan “Inovasi yang hemat sumber daya Filianingsih.
konsumen kini menjadi atau frugal innovation menekankan pada OJK setuju. Anggota Dewan
isu strategis nasional. efisiensi, keterjangkauan, dan skalabilitas Komisioner OJK Friderica Widyasari
agar setiap terobosan teknologi dapat Dewi menyampaikan OJK akan
menjangkau seluruh masyarakat, terus memperkuat berbagai program
termasuk mereka yang belum pernah pengawasan market conduct, penanganan
tersentuh oleh layanan keuangan pengaduan konsumen, serta peningkatan
formal,” ucap dia. edukasi dan literasi keuangan masyarakat
Namun begitu, ketika digitalisasi secara masif.
bergerak cepat, penipuan finansial juga
berkembang bahkan lebih cepat lagi. Elemen Manusia
Untuk itu, OJK dan Bank Indonesia Sementara itu, dalam sebuah forum
60 Edisi 220 / 2026 / Th.XXI www.stabilitas.id

