Page 59 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 59

ada suatu hari di awal
                  November di Jakarta, lantai
                  pameran Festival Ekonomi
          PKeuangan Digital Indonesia
          (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit
          & Expo (IFSE) 2025 terasa seperti
          gambaran masa depan industri keuangan
          Indonesia. Booth-booth dari bank digital,
          startup AI, hingga demo keuangan
          digital, bersanding dengan regulator,         TRANSFORMASI
          akademisi, dan pelaku industri.          KEUANGAN DIGITAL
            Di tengah keramaian itu, satu
          pesan berulang muncul dari panggung   HARUS MEMPERLUAS
          utama: transformasi digital tidak boleh         AKSES, BUKAN
          meninggalkan siapa pun. Dan bagi                MENCIPTAKAN
          Otoritas Jasa Keuangan (OJK), itu bukan
          slogan pemasaran. Itu mandat nasional.  KESENJANGAN BARU.
            Dalam laporan Survei Nasional           OJK BERKOMITMEN
          Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK)
          2025, OJK mengumumkan capaian                    MEMASTIKAN
          penting. Literasi keuangan naik menjadi       SETIAP INOVASI
          66,46 persen, inklusi keuangan mencapai
          80,51 persen. Angka ini meningkat dari    BERJALAN SECARA              Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif
          hasil survei 2024, ketika literasi tercatat    BERTANGGUNG             Pengawas Inovasi Teknologi
          65,43 persen dan inklusi 75,02 persen.                                 Sektor Keuangan, Aset Keuangan
          Sektor perbankan tetap menjadi pilar                     JAWAB,        Digital, dan Aset Kripto OJK
          utama dengan literasi 65,50 persen dan         BERETIKA, DAN
          inklusi 70,65 persen.
            Namun bagi regulator, angka itu           BERKELANJUTAN.
          belum cukup. OJK ingin masyarakat
          bukan hanya mengakses layanan
          keuangan tetapi memahami dan
          memanfaatkannya dengan aman. Karena
          di Indonesia, akses tanpa literasi sering
          menjadi pintu masuk bagi penipuan
          digital, scam, dan kredit berisiko.
          “Transformasi keuangan digital harus
          memperluas akses, bukan menciptakan   AI serta deepfake. “OJK berkomitmen   sasaran. Dan tanpa akselerasi, kita akan
          kesenjangan baru,” kata Hasan Fawzi,   memastikan setiap inovasi berjalan   tertinggal,” ujarnya.
          Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi   secara bertanggung jawab, beretika, dan   Destry menyebutnya sebagai The
          Teknologi Sektor Keuangan, Aset   berkelanjutan,” tegas Hasan.       Power of We—falsafah kolaborasi di mana
          Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK,   Arah kebijakan itu selaras dengan   BI, OJK, pelaku industri, dan platform
          saat menutup FEKDI x IFSE 2025.   Asta Cita Pemerintah, terutama     digital membangun infrastruktur
            Pernyataan Hasan mencerminkan   dalam pemerataan pembangunan dan   bersama. Dari sistem pembayaran hingga
          nada baru dari regulator yaitu optimisme   kemandirian ekonomi.      pasar uang, digitalisasi tidak lagi bisa
          yang dibentengi kehati-hatian. Indonesia   Di panggung yang sama, Destry   berjalan sektoral.
          adalah pasar besar bagi inovasi finansial,   Damayanti, Deputi Gubernur Senior   Bagi sebagian besar acara besar,
          mulai dari paylater sampai robo-  Bank Indonesia, menyampaikan       pesan-pesan bagus sering berakhir
          advisor. Tapi setiap lompatan teknologi   pesan yang nyaris senada namun   sebagai panel diskusi. Namun FEKDI
          datang dengan potensi risiko: penipuan   lebih menekankan kolaborasi. “Tanpa   x IFSE 2025 tampaknya menjadi
          digital, manipulasi data, eksploitasi   sinergi, digitalisasi tidak akan mencapai   pengecualian. Sekretaris Jenderal Dewan
          konsumen, dan, kini, serangan berbasis   tujuan. Tanpa inovasi, tidak akan tepat   KEK Rizal Edwin Manansang menyebut


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 59
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64