Page 54 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 54
total aset industri asuransi nasional
mencapai Rp1.192,11 triliun hingga
Oktober 2025, tumbuh sekitar 5,16
persen secara tahunan. Angka ini
mencerminkan ketahanan industri
di tengah dinamika global sekaligus
menegaskan bahwa transformasi
digital berlangsung seiring penguatan
fundamental sektor asuransi.
Ekosistem fintech yang semakin
matang turut menjadi penopang.
Sepanjang sembilan bulan pertama
2024, industri fintech Indonesia menarik
investasi modal ventura sekitar 246 juta
dollar AS. Arus modal ini memperkuat
kapasitas inovasi perusahaan rintisan
dan mendorong kolaborasi dengan
perusahaan asuransi konvensional.
Kolaborasi tersebut menciptakan sinergi
antara keunggulan teknologi dan
pengalaman manajemen risiko yang
telah terbangun selama puluhan tahun.
Beberapa pemain lokal
mulai menunjukkan kinerja yang
mencerminkan potensi insurtech. PT
Asuransi Simas Insurtech mencatat
pertumbuhan premi digital lebih dari 75
persen pada Januari 2025 dibandingkan
periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan ini termasuk yang terdepan
dalam memanfaatkan potensi insurtech
di Indonesia dan menargetkan
pendapatan premi sebesar Rp 5 triliun
Perbedaan hingga akhir tahun.
mendasar oleh kombinasi faktor structural yaitu Menurut Direktur Utama Simas
antara insurtech adopsi digital yang masif, perubahan Insurtech, Teguh Aria Djana, kinerja
dan asuransi perilaku konsumen, serta tekanan bagi tersebut merupakan hasil nyata dari
konvensional perusahaan asuransi untuk meningkatkan penguatan distribusi dan perluasan
terletak pada peran efisiensi dan akurasi manajemen risiko. segmen pasar yang selama ini dijalankan
teknologi. Insurtech Konsumen modern—khususnya generasi secara simultan. “Pertumbuhan
mengintegrasikan muda—menuntut layanan yang instan, pendapatan premi ini ditopang oleh
aplikasi seluler, AI, fleksibel, dan dapat disesuaikan dengan penguatan distribusi dan perluasan
big data analytics, kebutuhan individual. Digitalisasi segmen pasar,” ujar Teguh.
dan otomatisasi memungkinkan perusahaan asuransi Sepanjang semester pertama 2025,
proses. menjangkau segmen yang sebelumnya perusahaan ini membukukan premi bruto
kurang terlayani, termasuk pekerja lepas, sekitar Rp3,5 triliun, tumbuh sekitar 72
pelaku ekonomi digital, dan usaha mikro. persen secara tahunan. Pertumbuhan
Di Indonesia, perkembangan tersebut terutama ditopang oleh asuransi
insurtech menunjukkan tren positif, kredit, asuransi mikro, serta kemitraan
meskipun tingkat penetrasinya masih strategis dengan platform digital dan
tertinggal dibandingkan negara maju. lembaga pembiayaan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Kinerja serupa terlihat pada PT
54 Edisi 220 / 2026 / Th.XXI www.stabilitas.id

