Page 49 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 49

ndonesia sedang berada dalam
             mode perang melawan pinjaman
             online ilegal, pertempuran finansial
          Iyang tak terlihat namun brutal. Di
          negeri dengan lebih 210 juta pengguna
          internet dan kesenjangan literasi
          keuangan yang masih menganga, industri
          pinjaman online (pinjol) tumbuh dan
          hidup di sela-sela regulasi.
            Otoritas sejatinya telah mengambil
          langkah tegas. Namun setiap aplikasi
          ditutup, muncul sepuluh pengganti.
          Setiap nomor penagih diblokir, puluhan
          nomor baru lahir dalam hitungan jam.
          Dan kerugian yang ditimbulkan tidak lagi
          berada pada skala ritel. Nilainya telah
          menembus triliunan rupiah.
            Dalam ekosistem digital yang
          semakin terbuka, pinjol ilegal menjadi
          epidemi yang menyebar cepat,
          memanfaatkan kelemahan struktural—
          ketimpangan akses kredit, kegemaran          Langkah ini merupakan bagian dari
          publik pada pinjaman instan, dan
          anonimitas ruang digital. Namun,             upaya OJK untuk mewujudkan industri
          berbeda dari beberapa tahun lalu,            jasa keuangan yang sehat, khususnya
          negara kini tampaknya mulai bergerak         penyelenggara yang berintegritas, bertata
          lebih agresif. Di baris depan, Otoritas
          Jasa Keuangan (OJK) kini memainkan           kelola yang baik serta menerapkan
          peran bak penjaga keamanan wilayah           manajemen risiko yang memadai.
          financial dengan melakukan pendataan,
          pengawasan, pemblokiran, hingga
          penindakan administratif.                    M Ismail Riyadi, Kepala Departemen Literasi, Inklusi
            Dalam laporan terbarunya pada              Keuangan, dan Komunikasi OJK
          November 2025, Kepala Eksekutif
          Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa
          Keuangan OJK, Friderica Widyasari
          Dewi, memaparkan angka yang       rekening resmi diblokir, kerugian terlapor   fintech, asuransi, dan entitas keuangan
          memprihatinkan. Terdapat 1.556    mencapai Rp7,5 triliun, dan dana   lain dipaksa meningkatkan standar tata
          entitas pinjaman ilegal dihentikan   berhasil dibekukan mencapai Rp383,6   kelola yang selama ini terlalu santai
          sepanjang Januari–Oktober 2025, ada   miliar. “IASC akan terus meningkatkan   dalam urusan perlindungan konsumen.
          285 penawaran investasi ilegal diblokir,   kapasitasnya,” ujar Friderica. Tetapi   OJK juga menegakkan POJK 22/2023
          2.422 nomor penagih ilegal diusulkan   bahkan angka sebesar itu mungkin   terkait laporan literasi–inklusi. Hingga
          untuk diblokir Kementerian Komunikasi   hanyalah puncak gunung es, mengingat   Oktober 2025, 93 sanksi administratif
          dan Digital, dan 42.885 nomor telepon   banyak korban yang memilih diam.  dijatuhkan dengan nilai denda Rp5,22
          penipu teridentifikasi oleh Indonesia   Namun OJK tidak diam. Dari   miliar.
          Anti-Scam Centre (IASC).          Januari hingga Oktober 2025, otoritas   Sejatinya, masalah terbesar industri
            Sejak diluncurkan pada 2024,    telah menjatuhkan melayangkan 141   fintech Indonesia bukan pada pemain
          sistem IASC telah menjadi basis data   peringatan tertulis, 33 instruksi tertulis,   legalnya, tetapi pada kenyataan bahwa
          penipuan terbesar yang pernah dimiliki   43 denda administratif, serta mencatat   mereka adalah minoritas ekstrem.
          Indonesia. Hingga akhir Oktober 2025   158 kasus penggantian kerugian   Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar,
          sudah ada 323.841 laporan diterima,   konsumen dengan total Rp70,1 miliar.  menggambarkan skala perang ini dengan
          530.794 rekening ditandai, 100.565   Pelan namun pasti, bank, perusahaan   gamblang. Sejak 2017, Satgas PASTI


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 49
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54