Page 47 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 47
dan DPK lebih dari 8 persen pada 2026, Optimistis Tetapi Rasional
sejalan dengan prospek ekonomi Bali Prospek cerah perbankan Indonesia Dalam PTBI dihadiri
yang dinilai tetap solid. di 2026 pada akhirnya bukanlah Presiden Prabowo Subianto
Di sisi lain, data OJK menunjukkan optimisme tanpa syarat. Pertumbuhan itu, ditegaskan stabilitas
bahwa hingga Oktober 2025, kredit kredit dan profitabilitas akan sangat makroekonomi Indonesia
tumbuh sebesar 7,36 persen yoy menjadi bergantung pada konsistensi kebijakan, tetap terjaga, dengan inflasi
Rp8.220,2 triliun. Menurun dari bulan disiplin fiskal, serta kemampuan dipertahankan di kisaran
sasaran 2,5±1 persen serta
sebelumnya yang masih bisa tumbuh perbankan dalam mengelola risiko— neraca transaksi berjalan
7,70 persen secara tahunan menjadi baik yang bersumber dari dalam negeri yang relatif seimbang.
Rp8.162,8 triliun. Sementara pada maupun dari luar.
September DPK tumbuh 11,81 persen Namun, dengan fondasi makro yang
yoy menjadi Rp9.695,4 triliun. relatif kuat, koordinasi kebijakan yang
Penurunan BI Rate juga diikuti oleh semakin erat, dan permodalan perbankan
penurunan suku bunga kredit, baik yang masih memadai, industri perbankan
untuk kredit investasi maupun kredit Indonesia tampaknya memasuki 2026
modal kerja. Penurunan biaya dana dengan modal kepercayaan diri yang
ini memberi ruang bagi perbankan cukup. Bukan euforia, melainkan
untuk menyalurkan kredit dengan lebih optimisme yang dibangun di atas
kompetitif, sekaligus menjaga margin kalkulasi dan kehati-hatian—sebuah
di tengah persaingan yang semakin sikap yang justru dibutuhkan di tengah
ketat. dunia yang semakin tidak pasti.*
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 47

