Page 45 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 45
Dalam jangka menengah, bahkan
terdapat skenario yang lebih ambisius.
Dengan implementasi bauran kebijakan
transformasi ekonomi nasional, BI
memperkirakan pertumbuhan ekonomi
dapat mencapai 6,1–6,9 persen dalam
skenario optimistis, dan bahkan 6,9–7,7
persen dalam skenario super-optimistis
pada 2031.
Optimisme tersebut disampaikan
langsung oleh Gubernur Bank Indonesia
Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan
Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar
pada 28 November 2025 di Jakarta.
Dalam forum yang juga dihadiri Presiden
Prabowo Subianto itu, Perry menegaskan
bahwa stabilitas makroekonomi
Indonesia tetap terjaga, dengan inflasi
dipertahankan di kisaran sasaran 2,5±1
persen serta neraca transaksi berjalan
yang relatif seimbang.
Menurut Perry, fondasi utama Sinergi bauran kebijakan Bank Indonesia
dari prospek tersebut terletak pada
peningkatan kapasitas sisi penawaran dengan kebijakan pemerintah dan Komite
agregat, sehingga mampu mengimbangi Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
kenaikan permintaan domestik. Di akan terus diperkuat untuk mendorong
saat yang sama, kredibilitas fiskal tetap
dijaga dengan defisit anggaran di bawah pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi
tiga persen dari produk domestik bruto dan berdaya tahan.
(PDB), sebuah disiplin yang selama ini
menjadi penyangga kepercayaan pasar
terhadap ekonomi Indonesia. Perry Warjiyo, Gubernur BI
Bagi industri perbankan, proyeksi
makro tersebut diterjemahkan ke dalam
ekspektasi pertumbuhan kredit yang
masih sehat, meski belum sepenuhnya
optimal. BI memperkirakan pertumbuhan terbuka, tanpa harus mengorbankan domestik dan sinergi antar lembaga
kredit perbankan pada 2026 berada di stabilitas sistem keuangan.“Sinergi dalam menjaga keseimbangan antara
kisaran 8–12 persen, meningkat menjadi bauran kebijakan Bank Indonesia dengan pertumbuhan dan stabilitas.
9–13 persen pada 2027. Dalam jangka kebijakan pemerintah dan Komite “Kita harus percaya kepada kekuatan
panjang, kredit bahkan berpotensi Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kita sendiri dan tidak boleh tergantung
tumbuh hingga 12–16 persen dalam akan terus diperkuat untuk mendorong kepada negara lain. Saling mengisi,
skenario paling optimistis. pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi saling membantu, dan sekarang saatnya
Perry menjelaskan bahwa baik dan berdaya tahan,” ujar Perry. memberikan solusi yang cepat kepada
siklus ekonomi maupun siklus keuangan Nada optimisme itu sejalan rakyat. Kebijakan perlu dirumuskan
Indonesia saat ini masih berada di bawah dengan pandangan pemerintah. dengan ketenangan, dilaksanakan
level potensialnya dan diperkirakan baru Presiden Prabowo Subianto, dalam dengan kepercayaan diri dan dengan
mencapai titik optimal pada 2027–2028. kesempatan yang sama, menilai kinerja tekad untuk berdiri di atas kaki kita
Inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 sendiri,” kata Prabowo.
ekonomi yang masih berada di bawah menunjukkan ketahanan yang kuat di
kapasitas output nasional menjadi tengah tekanan global. Ia menekankan Optimisme Terjaga
indikasi bahwa ruang ekspansi masih pentingnya kepercayaan pada kekuatan Sementara itu, dari sisi regulator
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 45

