Page 46 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 46
Menurut Dian, keyakinan dari perbankan
terutama didorong oleh prakiraan akan
meningkatnya pertumbuhan ekonomi
domestik seiring penurunan BI Rate serta
ditopang oleh penguatan nilai tukar
rupiah.
Perspektif Pelaku
Pelaku industri perbankan pun
membaca sinyal yang sama, meski
dengan pendekatan yang lebih
pragmatis. PT Bank Central Asia Tbk
(BCA), misalnya, memproyeksikan
pertumbuhan kredit akan menguat
pada 2026, didorong oleh permintaan
pembiayaan modal kerja dan konsumsi
rumah tangga seiring meningkatnya
aktivitas fiskal pemerintah.
Victor George Petrus Matindas,
Kepala Biro Banking Research &
Analytics BCA, menilai belanja
Dinamika global mulai dari arah kebijakan pemerintah yang lebih agresif akan
suku bunga negara maju, kebijakan tarif, memberikan efek rambatan positif
terhadap permintaan kredit. Pandangan
volatilitas nilai tukar, hingga ketegangan serupa disampaikan CEO Citi Indonesia
geopolitik masih berpotensi memengaruhi Batara Sianturi, yang melihat kombinasi
insentif fiskal dan potensi penurunan
kinerja perbankan domestik. suku bunga sebagai faktor pendorong
permintaan pembiayaan.
Sementara itu, Kepala Ekonom Bank
Ko Yung Ryul, Direktur Utama Hana Bank Mandiri, Andry Asmoro memperkirakan
pertumbuhan kredit pada 2026
berada di kisaran 9–10 persen. Meski
tergolong moderat, angka tersebut
dinilai cukup realistis, dengan catatan
pengawas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut, disertai penilaian bahwa pemerintah mampu menjaga momentum
melihat sentimen industri perbankan perbankan cukup mampu mengelola pertumbuhan ekonomi sejak awal tahun.
tetap solid menjelang 2026. Kepala risiko yang dihadapi. Di sisi lain, sejumlah bank tetap
Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Dian menambahkan bahwa Indeks mewaspadai risiko eksternal. Direktur
Ediana Rae mengungkapkan bahwa hasil Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) Utama Hana Bank, Ko Yung Ryul
Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) kembali ke level optimistis di angka 63. mengingatkan bahwa dinamika
triwulan keempat 2025 menunjukkan Penurunan suku bunga kebijakan BI serta global—mulai dari arah kebijakan
tingkat optimisme yang tinggi. prospek penguatan nilai tukar rupiah suku bunga negara maju, kebijakan
Survei yang dilakukan pada Oktober diperkirakan menjadi katalis tambahan tarif, volatilitas nilai tukar, hingga
2025 itu melibatkan 102 bank dengan bagi kinerja perbankan pada 2026. ketegangan geopolitik—masih berpotensi
cakupan aset mencapai 99,25 persen “Sebagian besar bank optimistis target memengaruhi kinerja perbankan
dari total aset bank umum. Indeks kredit dan dana pihak ketiga (DPK) dapat domestik.
Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) tercatat tercapai sesuai rencana bisnis 2025, dan Optimisme juga datang dari bank
sebesar 66, berada di zona optimistis. kondisi ini memberi landasan positif pembangunan daerah. Direktur Utama
Ekspektasi membaiknya kondisi untuk memasuki 2026,” kata Dian. Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma
makroekonomi domestik menjadi faktor Optimisme tersebut, tidak muncul menyatakan pihaknya menargetkan
utama yang menopang keyakinan dari ruang hampa dan secara tiba-tiba. pertumbuhan kredit di atas 9 persen
46 Edisi 220 / 2026 / Th.XXI www.stabilitas.id

