Page 51 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 51

muncul sepuluh aplikasi baru,” ujarnya.
          “Pemutusan akses tidak cukup. Harus
          ada penegakan hukum pidana.”
            Tidak hanya itu saja, Mufti
          mendesak adanya kolaborasi yang
          signifikan dengan aparat penegak
          hukum mengambil tindakan nyata
          untuk memblokir dan menindak tegas
          perusahaan pinjol ilegal yang merugikan
          masyarakat. “Negara tidak boleh kalah
          dengan mafia digital. Kalau dibiarkan, ini
          sama saja membiarkan rakyat kita jadi
          tumbal sistem yang tidak berpihak pada
          konsumen,” tegasnya.
            Mufti menyoroti platform digital
          besar yang masih dipenuhi iklan pinjol
          ilegal—dari media sosial hingga mesin
          pencarian. Ia menuntut kolaborasi antara
          regulator, aparat penegak hukum, dan
          penyedia platform digital global.
            Salah satu langkah yang wajib
          dilakukan adalah menutup segera              Setiap kali satu aplikasi diblokir, muncul
          perusahaan yang dinilai melanggar. Pada
          November lalu OJK membuktikan itu            sepuluh aplikasi baru. Pemutusan akses
          dengan mencabut izin operasional PT          tidak cukup. Harus ada penegakan hukum
          Crowde Membangun Bangsa, platform            pidana. Negara tidak boleh kalah dengan
          pendanaan pertanian. Pelanggaran
          ekuitas minimum dan masalah                  mafia digital.
          operasional membuat Crowde dianggap
          tidak lagi memenuhi ketentuan POJK
          40/2024 tentang Layanan Pendanaan            Mufti Aimah Nurul Anam, Anggota Komisi VI DPR
          Bersama Berbasis Teknologi Informasi
          (LPBBTI). Serta memburuknya kinerja
          perusahaan yang berdampak pada
          operasional dan layanan kepada    dalam melawan epidemi digital ini.   regulator dan penjahat digital, tetapi
          masyarakat                        OJK meningkatkan kampanye edukasi   juga antara kebutuhan ekonomi rakyat
            “Langkah ini merupakan bagian   keuangan secara masif dimana telah   dan kapasitas negara untuk melindungi
          dari upaya OJK untuk mewujudkan   melaksanakan 4.768 kegiatan edukasi   mereka.
          industri jasa keuangan yang sehat,   sepanjang 2025 yang menjangkau 8,3   Indonesia telah membangun
          khususnya penyelenggara LPBBTI    juta peserta, mengunggah 277 konten   mekanisme pengawasan yang lebih
          atau pinjaman daring (pindar) yang   di platform Sikapi Uangmu, menyentuh   modern, memblokir ratusan ribu
          berintegritas, bertata kelola yang baik   39.424 pengguna LMS Edukasi   rekening, menindak pemain legal yang
          serta menerapkan manajemen risiko   Keuangan. Kemudian juga sebanyak   lalai, dan menjerat pelaku kriminal.
          yang memadai dalam rangka menjaga   422.428 layanan konsumen diproses   Namun, selama struktur ekonomi rakyat
          kepercayaan masyarakat,” kata Kepala   via APPK dan 20.378 pengaduan terkait   rentan—selama bank masih lamban, dan
          Departemen Literasi, Inklusi Keuangan,   entitas ilegal diterima OJK.  pendapatan masih tidak stabil—pinjol
          dan Komunikasi OJK M Ismail Riyadi.                                  ilegal akan terus menemukan pasarnya.
            Artinya jika pemain legal saja dapat   Perang Jangka Panjang          Masalah ini bukan sekadar soal
          dicabut izinnya, maka pemain ilegal   Perang melawan pinjol ilegal adalah   aplikasi; ini adalah soal struktur
          seharusnya tidak berharap ampun.  kisah klasik tentang teknologi yang   ekonomi. Dan sampai struktur itu
            Di samping itu, regulator terus   bergerak lebih cepat daripada hukum.   berubah, mafia digital masih akan
          meningkatkan sosialisasi dan edukasi   Ini bukan hanya pertarungan antara   menemukan celah untuk masuk.*


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 51
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56