Page 56 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 56
Menegakkan Kebenaran
di Balik Laporan Keuangan
Oleh Wilson Arafat, Bankir, Pemerhati GRC, ESG, dan Manajemen Transformasi
ntegritas laporan dari proses. Bila pipa prosesnya bocor, rekonsiliasi
keuangan bukan longgar, otorisasi kabur, manual override dibiarkan
sekadar urusan maka angka berhenti mencerminkan realitas dan
Iakuntansi, sekadar menjadi narasi yang menipu. ICOFR
melainkan fondasi menjaga pipa itu agar tidak bocor. ICOFR
kepercayaan publik yang mewajibkan setiap perusahaan memiliki sistem
menopang kestabilan pengendalian dari hulu ke hilir, seperti pencatatan,
ekonomi dan kredibilitas otorisasi, rekonsiliasi, hingga konsolidasi. Four
institusi. Sementara, Eyes Principle (mekanisme kontrol internal
kepercayaan adalah yang mengharuskan setidaknya dua orang yang
barang publik yang kompeten untuk meninjau, memeriksa, atau
nilainya baru terasa menyetujui suatu aktivitas penting, keputusan atau
ketika hilang. Kepercayaan memang tidak transaksi), hard control sistem inti serta kehandalan
tercatat di neraca, tetapi menjadi mata uang yang audit trail.
menggerakkan sistem keuangan. Perlu dipahami bersama, peraturan ini bukan
Selama kepercayaan tinggi, pasar akan bekerja sekadar prosedur teknis, namun lebih jauh lagi,
dengan tenang. Tetapi, ketika retak, getarannya menata ulang tanggung jawab. Direksi kini wajib
menjalar dan akan menembus seluruh struktur menandatangani attestation atas kebenaran
ekonomi hingga ke akar rumput, mulai dari antrean laporan keuangan, dewan komisaris dituntut aktif
di ATM hingga lonjakan premi risiko. mengawasi, dan pemegang saham pengendali
Dalam konteks itulah, diterbitkan POJK dilarang mengintervensi proses pelaporan. Dengan
15/2024 tentang Internal Control over Financial demikian, akuntabilitas tidak lagi bergantung pada
Reporting (ICOFR). Aturan itu tidak sedang “orang baik”, akan tetapi, pada sistem keuangan
menambah beban kepatuhan di suatu perusahaan, yang mengikat. OJK telah menegaskannya lugas
tetapi memperkuat jantung kepercayaan publik. dan sekarang telah jelas siapa yang bertanggung
Otoritas Jasa Keuangan mengingatkan bahwa jawab.
laporan keuangan yang salah saji ibarat bom Akuntabilitas yang kuat juga menjadi fondasi
waktu yang menjadi ancaman senyap yang dapat bagi stabilitas yang lebih besar. Laporan keuangan
mengguncang reputasi, menyesatkan investor yang andal mampu menurunkan risiko informasi
dan mengancam stabilitas keuangan. Karena itu, asimetris, membuat keputusan investasi yang lebih
ICOFR bukan sekadar kewajiban administratif, rasional dan menciptakan kepercayaan antar-
melainkan perisai dan penegak moral: janji bahwa lembaga.
setiap angka yang disajikan adalah cerminan
kebenaran. Disiplin Tanpa Diskriminasi
Kekuatan lain POJK 15/2024 adalah
Proses dan Akuntabilitas kesetaraan. Aturan ini berlaku bagi Bank Umum
Banyak yang menganggap angka sebagai dan BPR, tanpa membedakan skala. Prinsipnya
kebenaran akhir. Padahal, angka hanyalah hasil sederhana: semua lembaga yang mengelola dana
56 Edisi 220 / 2026 / Th.XXI www.stabilitas.id

