Page 63 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 63

engelolaan dana asing
                  selalu menjadi momok bagi
                  perekonomian Indonesia
          Ppasca krisis moneter ketika
          Indonesia mulai mengadopsi kebijakan
          devisa bebas. Langkah penguatan
          cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar
          pasang surut diterapkan otoritas moneter
          demi menjaga ekonomi tidak kembali
          terjerembab.                                           DENGAN
            Kini upaya itu memasuki fase baru     PENGATURAN BARU
          yang lebih tegas—dan lebih kontroversial.
          Mulai 1 Januari 2025, eksportir        INI, KAMI HARAPKAN
          komoditas diwajibkan menempatkan        PENGAWASAN OLEH
          devisa hasil ekspor (DHE) di bank-          BANK INDONESIA
          bank nasional, dengan porsi signifikan
          diarahkan ke bank BUMN dan periode            MENJADI LEBIH
          penempatan yang dipatok hingga satu       MUDAH, SEHINGGA
          tahun.
            Secara resmi, kebijakan ini dikemas       KEPATUHAN DHE
          sebagai penguatan likuiditas domestik.       MENINGKAT DAN
          Namun bagi sebagian pelaku pasar,
          langkah tersebut menandai pergeseran   PEREDARAN VALAS DI              Febrio Kacaribu, Kepala
          penting: dari pendekatan berbasis       DALAM NEGERI DARI              Badan Kebijakan Fiskal (BKF)
          insentif menuju pengendalian arus devisa                               Kementerian Keuangan
          yang dinilai semakin menyerupai soft      HASIL EKSPOR SDA
          capital control.                             SEMAKIN BESAR.
            Ya, pemerintah telah melansir
          aturan baru yang merevisi Peraturan
          Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025
          tentang Perubahan atas Peraturan
          Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023
          itu mengatur sejumlah hal baru untuk
          diberlakukan mulai 1 Januari 2026. Salah
          satunya adalah kewajiban menyimpan
          dana asing hasil ekspor di bank-bank
          milik negara.
            Pemerintah berargumen bahwa
          kebijakan ini lahir dari kebutuhan   “Tujuannya memastikan devisa hasil   Bank Indonesia menjadi lebih mudah,
          praktis. Selama bertahun-tahun, sebagian   ekspor benar-benar menambah suplai   sehingga kepatuhan DHE meningkat dan
          besar DHE—terutama dari sektor    dolar di dalam negeri dan memperkuat   peredaran valas di dalam negeri dari hasil
          sumber daya alam—parkir di luar negeri   ketahanan ekonomi,” ujarnya.  ekspor SDA semakin besar,” jelasnya.
          atau hanya singgah sebentar di sistem   Selain itu, Febrio menjelaskan,   Argumentasi ini diperkuat oleh data
          keuangan domestik sebelum kembali   nilai ekspor Indonesia dalam setahun   Bank Indonesia (BI). Sejak penerapan
          keluar. Dampaknya, cadangan devisa   mencapai sekitar 260 miliar dollar AS   Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun
          dan likuiditas valas di perbankan dalam   hingga 270 miliar dollar AS. Dari jumlah   2025 tentang DHE Sumber Daya Alam
          negeri tidak sepenuhnya mencerminkan   tersebut, sekitar 60 persen berada dalam   (DHE SDA), aliran devisa yang masuk
          kekuatan ekspor Indonesia.        skema DHE, sementara sekitar 40 persen   ke rekening khusus di bank nasional
            Febrio Kacaribu, Kepala Badan   lainnya tidak terikat ketentuan DHE.   melonjak signifikan. BI mencatat setoran
          Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian   “Artinya, likuiditas valuta asing masih   DHE SDA mencapai sekitar 22,9 miliar
          Keuangan, menegaskan tujuan kebijakan   akan cukup beredar. Dengan pengaturan   dollar AS hanya dalam periode Maret–
          ini sederhana namun strategis.    baru ini, kami harapkan pengawasan oleh   April 2025. Tingkat konversi ke rupiah


                                                                              www.stabilitas.id   Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 63
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68