Page 67 - Stabilitas Edisi 220 Tahun 2026
P. 67
ahun 2025 menjadi periode
yang menentukan bagi arah
kebijakan moneter Indonesia.
TDi tengah ketidakpastian
global yang belum sepenuhnya reda
Bank Indonesia (BI) memilih jalan yang
semakin berhati-hati namun fleksibel.
Strategi itu berpuncak pada keputusan
Desember 2025: menahan suku bunga
acuan di level 4,75 persen setelah KAMI TERUS
serangkaian pelonggaran agresif sejak MENCERMATI
akhir 2024.
Sepanjang 2025, BI telah memangkas RUANG PENURUNAN
suku bunga acuan secara bertahap SUKU BUNGA.
hingga total 150 basis poin. Langkah BESARNYA BERAPA,
ini ditempuh untuk mengimbangi
perlambatan ekonomi global sekaligus WAKTUNYA KAPAN,
menjaga momentum pemulihan NANTI AKAN
domestik. Namun, keputusan menahan
suku bunga di penghujung tahun KAMI EVALUASI
mengirimkan sinyal penting: ruang DARI SETIAP RDG
stimulus moneter masih ada, tetapi
stabilitas tetap menjadi jangkar utama BULAN KE BULAN Perry Warjiyo, Gubernur Bank
kebijakan. BERIKUTNYA… Indonesia
Bagi pelaku pasar, keputusan tersebut
bukan sekadar jeda teknis, melainkan ITULAH CARA
indikasi bagaimana BI membaca BAGAIMANA KAMI
lanskap ekonomi 2026—tahun yang
diproyeksikan sarat peluang, tetapi juga TURUT MENDORONG
penuh risiko. PERTUMBUHAN
Gubernur Bank Indonesia Perry
Warjiyo secara konsisten menekankan EKONOMI.
bahwa kebijakan moneter BI bersifat
data dependent. Dalam konferensi
pers Rapat Dewan Gubernur (RDG)
Desember 2025, Perry menegaskan
bahwa keputusan menahan suku bunga di kisaran 4,9±5,7 persen. Proyeksi ini Di balik sikap akomodatif tersebut,
didukung oleh inflasi yang terkendali dan mencerminkan optimisme moderat, BI tetap menjaga disiplin stabilitas nilai
stabilitas nilai tukar yang relatif terjaga. dengan asumsi stabilitas global relatif tukar. Rupiah diproyeksikan bergerak
“Kami terus mencermati ruang terjaga dan stimulus fiskal pemerintah di kisaran Rp16.400–Rp16.500 per dolar
penurunan suku bunga. Besarnya berapa, tetap berjalan. AS pada 2026. Angka ini mencerminkan
waktunya kapan, nanti akan kami Untuk menopang pertumbuhan, BI realitas tekanan global, namun juga
evaluasi dari setiap RDG bulan ke bulan juga mengarahkan ekspansi likuiditas. menunjukkan komitmen BI untuk
berikutnya,” ujar Perry. Pernyataan ini Perry menyebutkan bahwa pertumbuhan mencegah volatilitas berlebihan.
menegaskan bahwa BI tidak mengunci uang primer akan ditingkatkan hingga Instrumen kebijakan pun semakin
diri pada satu arah kebijakan, melainkan double digit mulai Desember 2025 dan beragam. BI aktif melakukan intervensi
membuka opsi pelonggaran lanjutan jika berlanjut sepanjang 2026. “Itulah cara di pasar spot, memanfaatkan Domestic
kondisi memungkinkan. bagaimana kami turut mendorong Non-Deliverable Forward (DNDF), serta
BI memproyeksikan inflasi tetap pertumbuhan ekonomi agar ekspansi melakukan pembelian Surat Berharga
berada dalam sasaran 2,5±1 persen, likuiditas yang kami sudah alirkan ke Negara (SBN) di pasar sekunder.
sementara pertumbuhan ekonomi perbankan itu bisa mengalir ke sektor Pendalaman pasar valas dan pasar uang
nasional pada 2026 diperkirakan berada riil,” katanya. menjadi strategi jangka menengah
www.stabilitas.id Edisi 220 / 2026 / Th.XXI 67

