Page 329 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 329

KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG
                    DALAM PEMANFAATAN ASET TANAH UNTUK PEMBANGUNAN

                                                    1
                                                                               2
                                       Ana Silviana & Fareed Aziiz Al-Lathiif
                                      Dosen Fakultas Hukum UNDIP, Semarang
                                          Email: silvianafhundip@gmail.com

                                                       Abstrak

                Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelak-
                sanakan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak. Pemerintah Daerah dalam memberda-
                yakan  aset-aset  yang  dimiliki  khususnya  tanah  dapat  dilakukan  dalam  beberapa  metode,  yaitu
                melalui sewa, pinjam pakai, KSP, BGS atau BSG, dan KSPL. Kota Semarang dalam pemanfaatan aset
                tanah  dapat  menentukan  kebijakan  yang  dapat  memberikan  manfaat  bagi  pemerintah  daerah,
                termasuk dalam pembangunan sarana dan prasarana dalam hal ini adalah kerjasama dengan investor
                dalam pembangunan. Penelitian ini untuk mengetahui tentang bentuk pemanfaatan aset daerah ber-
                bentuk tanah dengan investor dalam pembangunan Hotel Tentrem di Kota Semarang, dan perlin-
                dungan hukum terhadap masyarakat sekitar dengan pembangunan Hotel tersebut. Metode peneli-
                tian yang dipergunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan yuridis empiris, dengan menggali
                data melalui data primer diperoleh dari penelitian lapangan dan data sekunder diperoleh dengan
                studi dokumen. Data yang telah terkumpul akan dianalisisn secara kualitatif untuk menjawab perma-
                salahan peneitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah kota semarang
                dalam  pemanfaatan  aset  tanah  terkait  dengan  pembanguan  Hotel  Tentrem  melalui  mekanisme
                sistem sewa berjangka waktu, dan perlindungan hukum yang diperoleh masyarakat sekitar terhadap
                pembangunan hotel tentrem melalui CSR dari pihak investor.
                Kata kunci: Pemanfaatan aset daerah, kebijakan Pemerintah Daerah, hak atas tanah

             A. Pendahuluan
                  Tanah memiliki fungsi dan peranan yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Tanah
             dimanfaatkan oleh manusia sebagai lokasi tempat tinggal dan tempat menjalankan berbagai

             aktivitas  kehidupan  manusia.  Bangunan  gedung,  hotel  dan  rumah  jugaibangun  di  atas
             permukaan  tanah.  Hal  tersebut  membuat  tanah  memiliki  nilai  ekonomis  karena  dapat
             diperjual belikan atau disewakan.Selain mempunyai fungsi ekonomis, tanah juga mempunyai

             nilai fungsional. Tanah memiliki fungsi  sebagai alat pemersatu. Hal ini dapat dilihat dari
             manfaat  tanah  sebagai  tempat  tinggal  bersama  di  wilayah  tertentu,  sehingga  adanya
                                                                                                      3
             keterkaitan antara tanah dengan masyarakat dimana tempat tanah tersebut di duduki.  Di
             atas tanah tersebut manusia dapat hidup dan mempertahankan hidup dari mengelola tanah,

             sehingga memperoleh bahan pangan dan hasilnya.
                  Politik hukum Pemerintah dalam pengelolaan tanah sudah diamanatkan dalam Pasal 33
             ayat (3) UUD 1945, yang isinya bahwa seluruh sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup

             orang  banyak,  termasuk  tanah,  oleh  Pemerintah  harus  dikelola  demi  terwujudnya  rakyat
             Indonesia yang adil makmur dan sejahtera. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka Negara




                1  Dosen Hukum Agraria/Pertanahan, Fakultas Hukum UNDIP, Semarang
                2  Mahasiswa Fakultas Hukum UNDIP Semarang
                3  Samun Ismaya, Hukum Administrasi Pertanahan, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013), hlm. 35

                                                          321
   324   325   326   327   328   329   330   331   332   333   334