Page 324 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 324

316    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



                   dari pewaris dan dalam pembuatan Surat Keterangan Waris tersebut harus didasarkan
                   pada agama si Pewaris semasa hidupnya.
                   Dalam  pembuatan  Surat  Keterangan  Ahli  Waris  bagi  Warga  Negara  Indonesia
                   penduduk asli tersebut para ahli waris juga dapat membantu Lurah dan Camat dengan

                   cara  mengetahui  ketentuan  hukum  waris  yang  berlaku  menurut  agamanya  masing-
                   masing, sehingga dapat memberi masukan kepada Lurah dan Camat tentang siapa saja
                   yang  menjadi  ahli  waris  dari  si  pewaris  sehingga  bisa  meminimalisir  sengketa

                   pertanahan yang mungkin timbul.
                c.  Berlakunya  Putusan  Mahkamah  Konstitusi  Nomor:  46/PUU-VIII/2010  Tanggal  17
                   Februari 2012
                   Putusan  Mahkamah  Konstitusi  Nomor:  46/PUU-VIII/2010  tanggal  17  Februari  2012

                   hanya menguatkan kedudukan ibu dari si Anak Luar Kawin dalam meminta pengakuan
                   terhadap ayah biologis dari si Anak Luar Kawin tersebut, apabila si ayah tidak mau
                   melakukan pengakuan secara sukarela terhadap Anak Luar Kawin. Dengan diakuinya
                   Anak  Luar  Kawin  oleh  ayah  biologisnya,  maka  pada  saat  itulah  timbul  hubungan

                   perdata dengan si ayah biologis dan keluarga ayahnya. Dengan demikian setelah adanya
                   proses pengakuan terhadap Anak Luar Kawin tersebut terlahirlah hubungan perdata
                   antara anak itu dengan ayahnya sebagaimana diatur dalam Pasal 280 KUHPer. Yang

                   lebih  penting  diingat  bahwa  anak  yang  dilahirkan  karena  perzinaan  atau  penodaan
                   darah  (incest,  sumbang)  tidak  boleh  diakui  sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  283
                            14
                   KUHPer.
                   Dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi akan semakin banyak Anak Luar Kawin

                   yang menuntut pelaksanaan dari hak keperdataannya. Putusan Mahkamah Konstitusi
                   ini  memerlukan  pengaturan  lebih  lanjut  dari  pemerintah,  karena  jika  melihat  dari
                   konteks Hukum Waris Islam, hak keperdataan seorang anak hanya sebatas pada hak
                   pendidikan dan hak nafkah hidup sehari-hari sang anak, tidak termasuk hak untuk

                   mewaris dari ayah biologisnya.
                   Selama Peraturan Pemerintah yang mengatur hubungan keperdataan antara Anak Luar
                   Kawin  dengan  ibu  dan  keluarga  ibunya  serta  dengan  ayah  dan  keluarga  ayahnya

                   sebagaimana  yang  diamanatkan  dalam  ketentuan  Pasal  43  ayat  (2)  UU  Perkawinan
                   belum ada, maka menurut Penulis sebaiknya jika ada kasus Anak Luar Kawin yang
                   menuntut hak keperdataan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi terlebih lagi terkait
                   dengan masalah pewarisan lebih baik diselesaikan melalui jalur Pengadilan.

                d. Besarnya pajak-pajak yang harus dibayar oleh para ahli waris
                   Besarnya pajak-pajak yang harus dibayar oleh para ahli waris menjadi pernasalahan
                   tersendiri dalam pendaftaran tanah karena sesuai dengan tujuan Pendaftaran Tanah



                14   “Hubungan  Perdata  Anak  Luar  Kawin  dengan  Ayahnya  Pasca  Putusan  MK”  tersedia  di
             www.hukumonline.com, diunduh tanggal 09 September 2017
   319   320   321   322   323   324   325   326   327   328   329