Page 319 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 319

Dinda Keumala: Permasalahan dalam Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah ...     311


                   mempunyai  hubungan  hukum  baik  terhadap  ibu  dan  ayah  biologisnya,  termasuk
                   keluarga  dari  kedua  ibu  dan  ayah  biologisnya.  Hubungan  hukum  tersebut  terjadi
                                                                                             8
                   sebagaimana hubungan hukum anak yang lahir dari perkawinan yang sah.
                   Selanjutnya putusan Mahkamah Konstitusi mengenai perubahan ketentuan Pasal 43

                   ayat (1) UU Perkawinan ini jika ditinjau dari ketentuan Hukum Waris Perdata menye-
                   babkan  seorang  Anak  Luar  Kawin  yang  tadinya  hanya  mewaris  dari  pihak  ibu  dan
                   keluarga ibunya saja, akan tetapi sekarang bisa mewaris dari ayah dan keluarga ayahnya

                   sepanjang  Anak  Luar  Kawin  tersebut  dapat  membuktikan  adanya  hubungan  darah
                   dengan ayahnya, sehingga untuk Anak Luar Kawin tersebut dapat mewaris berdasarkan
                   bagian  seorang  Anak  Luar  Kawin  yang  diatur  dalam  ketentuan  Pasal  863  ayat  (1)
                   KUHPer dimana besarnya bagian seorang Anak Luar Kawin dapat dilihat dengan go-

                   longan berapa ia mewaris bersama-sama dengan ahli waris berdasarkan Undang-un-
                   dang.  Akan  tetapi  perubahan  ketentuan  Pasal  43  ayat  (1)  UU  Perkawinan  ini    jika
                   ditinjau dari ketentuan Hukum Waris Islam tidak dapat dilaksanakan karena warisan
                   menurut konsep dasar Hukum Islam memiliki syarat seperti adanya nasab atau hu-

                   bungan  sah  menurut  pernikahan.  Nasab  sendiri  adalah  keturunan  darah  atau  hu-
                   bungan kekerabatan dalam Islam melalui pernikahan yang sah. Sehingga jika Anak Luar
                   Kawin ingin memperoleh haknya, bukan atas nama waris, tetapi dengan hibah, sede-
                                     9
                   kah, dan lain-lain.  Polemik yang terjadi pada putusan Mahkamah Konstitusi tersebut
                   tidak lepas dari biasnya pemaknaan dalam istilah hak keperdataan. Putusan Pengadilan
                   Agama di Yogyakarta pada tahun 2010 – 2014 memaknai hak keperdataan terbatas pada
                   hak nafkah dan hak pendidikan. Putusan Pengadilan Agama Yogyakarta tidak mema-

                   sukkan  nasab,  hak  waris  dan  peerwalian  nikah  dalam  memaknai  hak  keperdataan.
                                                                                                10
                   Ketika harus diperluas, cakupannya dapat bertambah sebatas wasiat wajibah.
                d. Besarnya pajak-pajak yang harus dibayar oleh para ahli waris
                   Untuk peralihan hak atas tanah dan/atau bangunan berdasarkan waris, hibah wasiat

                   dan hibah yang mempunyai hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus
                   satu  derajat  ke  atas  atau  satu  derajat  ke  bawah  dengan  si  pemberi  hibah  maka  si
                   pewaris, pemberi hibah wasiat dan pemberi hibah yang mempunyai hubungan keluarga

                   sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau satu derajat ke bawah
                   dengan  si  penerima  hibah  tidak  dikenakan  Pajak  Penghasilan  (PPh)  dikarenakan
                   mereka tidak memperoleh penghasilan dari transaksi-transaksi tersebut. Dalam Pasal
                   4 ayat (3) huruf a angka 2 dan Pasal 4 ayat (3) huruf b Undang-undang Nomor 7 Tahun


                8   Pahlevi,”Implikasi  Putusan  Mahkamah  Konstitusi  No.    46/PUU-VIII/2010  terhadap  Anak  dari
             Perkawinan Siri”, tersedia di https://media.neliti.com>publications, diunduh tanggal 9 September 2017.
                9  Irma  Devita”  Dampak  Putusan  MK  Bahwa  Anak  Luar  Kawin  Memiliki  Hubungan  Hukum  dengan
             Ayahnya” tersedia di www.irmadevita.com, diunduh tanggal 9 September 2017.
                10  Ahsin Dinal Mustafa. “Dampak Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010 terhadap Kasus-
             kasus Status Anak Luar Kawin di Pengadilan Agama Yogyakarta Tahun 2010-2014”, tersedia di digilib.uin-
             suka.ac.id>, diunduh tanggal 9 September 2017.
   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323   324