Page 316 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 316

308    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



             D. Pembahasan
             1.  Permasalahan yang timbul dalam Pendaftaran Peralihan Hak atas Tanah karena Pewarisan
                  Beberapa permasalahan yang dapat timbul dalam Pendaftaran Peralihan Hak atas Tanah
             karena Pewarisan terdiri dari :

             a.  Perbedaan bentuk Surat Keterangan Ahli Waris
                  Dalam prakteknya, untuk proses peralihan hak karena pewarisan, ada sebuah surat yang
             sangat diperlukan selain surat kematian pewaris yaitu surat tanda bukti sebagai ahli waris.

             Surat Kematian bisa dikeluarkan oleh Kantor Kelurahan di tempat pewaris meninggal dunia.
             Surat kematian ini bisa dilanjutkan dengan pembuatan akta kematian yang dibuat di Kantor
                                                                                                   6
             Catatan Sipil. Sedangkan bentuk dari surat tanda bukti sebagai ahli waris bisa berupa:
                1)  Wasiat dari Pewaris, atau

                2) Putusan Pengadilan, atau
                3) Penetapan Hakim / Ketua Pengadilan, atau
                4) –bagi Warga Negara Indonesia penduduk asli : Surat Keterangan ahli waris yang dibuat
                   oleh para ahli waris dengan disaksikan oleh 2 (dua) orang saksi dan dikuatkan oleh

                   Kepala  Desa/Kelurahan  dan  Camat  tempat  tinggal  Pewaris  pada  waktu  meninggal
                   dunia;
                   -bagi Warga Negara Indonesia keturunan Tionghoa : Akta Keterangan Hak Mewaris

                   dari Notaris;
                   -bagi Warga Negara Indonesia keturunan Timur Asing lainnya : Surat Keterangan Waris
                   dari Balai Harta Peninggalan.
                  Adanya perbedaan bentuk Surat Keterangan Ahli Waris yang dikeluarkan oleh instansi

             yang  berbeda  dalam  prakteknya  sering  menimbulkan  permasalahan  bagi  para  ahli  waris.
             Penulis pernah mendapati adanya akta jual beli tanah girik yang dibuat oleh Pejabat Pembuat
             Akta Tanah Sementara (PPATS) dimana pewarisnya adalah seorang Warga Negara Indonesia
             keturunan Tionghoa, akan tetapi Surat Keterangan Ahli Warisnya adalah Surat Keterangan

             ahli waris yang dibuat oleh para ahli waris dengan disaksikan oleh 2 (dua) orang saksi dan
             dikuatkan  oleh  Kepala  Desa/Kelurahan  dan  Camat  tempat  tinggal  Pewaris  pada  waktu
             meninggal dunia. Jadi Surat Keterangan Ahli Waris yang dijadikan dasar pewarisan untuk

             Warga Negara Indonesia keturunan Tionghoa dijadikan sama dengan Surat Keterangan Ahli
             Waris yang berlaku untuk Warga Negara Indonesia penduduk asli.
             b. Pembuatan Surat Keterangan Ahli Waris bagi Warga Negara Indonesia penduduk asli yang
                tidak  sesuai  dengan  ketentuan  yang  diatur  dalam  Pasal  111  ayat  (1)  huruf  c  angka  3

                Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun





                6  Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang
             Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, Pasal 111
             ayat (1)  huruf c angka 3.
   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321