Page 321 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 321

Dinda Keumala: Permasalahan dalam Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah ...     313


                   secara spesifik tentang adanya Surat Keputusan Bebas (SKB) Pajak Penghasilan (PPh).
                   Berdasarkan  Surat  Edaran  Direktur  Jenderal  Pajak  Nomor:  20/PJ/2015  tentang
                   Pemberian Surat Keterangan Bebas (SKB) Pajak Penghasilan (PPh) atas pengalihan hak
                   atas  tanah  dan/atau  bangunan  karena  warisan  yang  mulai  berlaku  pada  tanggal  18

                   Maret 2015, maka subyek pajak wajib untuk meminta Surat Keterangan Bebas (SKB)
                   untuk pengecualian dari kewajiban membayar Pajak Penghasilan (PPh) dari pengalihan
                   hak  atas  tanah  dan/atau  bangunan  karena  pewarisan.  Pemberian  Surat  Keterangan

                   Bebas (SKB) Pajak Penghasilan (PPh) ini akan diberikan oleh Kantor Pelayanan Pajak
                   jika syarat akumulatif lainnya telah dipenuhi ahli waris sebagai wajib pajak. Adapun
                                                           12
                   syarat-syaratnya adalah sebagai berikut :
                   1.  Pewaris dan ahli waris harus ada hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan

                      lurus satu derajat;
                   2.  Tanah dan/atau bangunan yang diwariskan tersebut telah dilaporkan dalam Surat
                      Pemberitahuan (SPT) Tahunan pewaris dan pajak yang terhutang atas harta tersebut
                      telah dilunasi, kecuali pewaris memiliki penghasilan di bawah PTKP (Penghasilan

                      Tidak Kena Pajak).
                   Adanya persyaratan bahwa objek pajak yang merupakan warisan harus telah dilaporkan
                   dalam SPT Tahunan Pewaris agar para ahli waris dapat mengajukan Surat Keterangan

                   Bebas  (SKB)  Pajak  Penghasilan  (PPh)  inilah  yang  dalam  prakteknya  menimbulkan
                   berbagai masalah, karena bisa jadi Pewaris belum pernah melaporkan adanya pero-
                   lehan atas tanah dan/atau bangunan tersebut semasa hidupnya dalam SPT Tahunan
                   karena tanah dan/atau bangunan yang diperolehnya tersebut belum mencapai jangka

                   waktu  setahun  sedangkan  kewajiban  untuk  melaporkan  adanya  harta  wajib  pajak
                   berlaku jika objek pajak tersebut sudah dimiliki oleh wajib pajak dalam jangka waktu
                            13
                   setahun.  Masalah  lain  yang  bisa  timbul  jika  Pewaris  semasa  hidupnya  tidak  mem-
                   punyai NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) sehingga tidak ada kewajiban baginya untuk

                   melaporkan SPT Tahunannya setiap tahun.
                   Jika si Pewaris semasa hidupnya tidak pernah melaporkan perolehan tanah dan/atau
                   bangunan miliknya, maka sudah pasti para ahli warisnya tidak dapat mengajukan Surat

                   Keterangan  Bebas  (SKB)  Pajak  Penghasilan  (PPh)  atas  warisan  si  Pewaris.  Dengan
                   demikian, mau tidak mau para ahli waris harus membayar Pajak Penghasilan (PPh)
                   dengan  rumusan  biasa  yaitu  2.5%  dari  Nilai  Jual  Objek  Pajak  (NJOP)  PBB  tahun
                   berjalan. Hal ini sudah pasti menambah beban bagi para ahli waris, karena selain harus

                   membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) waris, mereka juga
                   harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) dikarenakan permohonan Surat Keterangan


                12   “Dapatkah  Warisan  Dikenakan  Pajak”  tersedia  di  http://www.pajak.go.id,  diunduh  tanggal  9
             September 2017.
                13  Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang telah beberapa kali diubah
             terakhir dengan  Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008, Penjelasan Pasal 1.
   316   317   318   319   320   321   322   323   324   325   326