Page 325 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 325

Dinda Keumala: Permasalahan dalam Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah ...     317


                   yaitu  memberikan  kepastian  hukum,  maka  pendaftaran  itu  diwajibkan  bagi  para
                   pemegang  hak  yang  bersangkutan.  Jika  tidak  diwajibkan,  maka  diadakannya
                   pendaftaran tanah yang memerlukan banyak tenaga, alat, biaya dan waktu  itu tidak
                                                 15
                   akan ada artinya sama sekali.   Jika para ahli waris tidak mempunyai biaya yang cukup
                   untuk mendaftarkan peralihan hak atas tanahnya karena pewarisan akibat besarnya
                   pajak-pajak yang harus dibayar, maka tujuan pendaftaran tanah tidak dapat tercapai.
                   Terkait dengan berlakunya Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: 20/PJ/2015

                   tentang  Pemberian  Surat  Keterangan  Bebas  (SKB)  Pajak  Penghasilan  (PPh)  atas
                   pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan karena warisan yang mulai berlaku pada
                   tanggal 18 Maret 2015 seharusnya ada sosialisasi atau pemberitahuan kepada para wajib
                   pajak untuk melaporkan tanah dan/atau bangunan yang dimilikinya dalam laporan SPT

                   tahunan dan jika tanah dan/atau bangunan tersebut tidak dilaporkan akan mengaki-
                   batkan  tidak  dapat  dikabulkannya  permohonan  pengajuan  Surat  Keterangan  Bebas
                   (SKB) Pajak Penghasilan (Pph) yang akan diajukan oleh ahli waris jika si pemilik tanah
                   dan/atau  bangunan  meninggal  dunia,  sehingga  jika  permohonan  pengajuan  permo-

                   honan Surat Keterangan Bebas (SKB) Pajak Penghasilan (Pph) si Pewaris ditolak, maka
                   para ahli waris mau tidak mau harus membayar Pajak Penghasilan (Pph) atas tanah
                   dan/atau bangunan tersebut dan juga Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

                   (BPHTB) waris tersebut.
                   Jika para ahli waris mempunyai cukup dana, sebaiknya segera setelah Pewaris mening-
                   gal dunia melakukan pendaftaran peralihan haknya untuk menghindari pembayaran
                   pajak-pajak  waris  yang  didasarkan  pada  Nilai  Jual  Obyek  Pajak  (NJOP)  yang  setiap

                   tahunnya pasti nilainya semakin naik.

             E. Kesimpulan
                  Kesimpulan yang dapat diberikan dalam penulisan ini :

             1.  Permasalahan  yang  dapat  timbul  dalam  pendaftaran  peralihan  hak  atas  tanah  karena
                pewarisan terdiri dari :
                a.  Perbedaan bentuk Surat Keterangan Ahli Waris

                b.  Surat  Keterangan  Ahli  Waris  yang  yang  tidak  sesuai  dengan  ketentuan  yang  diatur
                   dalam Pasal 111 ayat (1) huruf c angka 3 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan
                   Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan
                   Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah

                c.  Berlakunya  Putusan  Mahkamah  Konstitusi  Nomor  :  46/PUU-VIII/2010  Tanggal  17
                   Februari 2012
                d.  Besarnya pajak-pajak yang harus dibayar oleh para ahli waris



                15  Lihat Memori Penjelasan Umum (IV) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar
             Pokok-pokok Agraria
   320   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330