Page 323 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 323

Dinda Keumala: Permasalahan dalam Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah ...     315


                   (BPHTB)-nya adalah sebesar Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) – Nilai Jual Obyek Pajak
                   Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) x 5%.
             2. Cara Penyelesaian Masalah  yang Timbul dalam Pendaftaran Peralihan Hak atas Tanah
                karena Pewarisan

                Cara  penyelesaian  masalah  yang  timbul  dalam  pendaftaran  peralihan  hak  atas  tanah
                karena pewarisan terdiri dari :
                a.  Perbedaan bentuk Surat Keterangan Ahli Waris

                   Untuk menghindari adanya kesalahpahaman tentang perbedaan bentuk Surat Kete-
                   rangan Ahli Waris yang berlaku bagi golongan penduduk di Indonesia yang berbeda-
                   beda, ada baiknya praktisi dalam bidang hukum notariat dan pertanahan, terutama
                   para  Notaris  dan  Pejabat  Pembuat  Akta  Tanah  (PPAT)  terus  meningkatkan  penge-

                   tahuannya dalam bidang ilmu hukum dengan cara mengikuti up grading dan seminar-
                   seminar yang diadakan oleh organisasi yang terkait, dalam hal ini adalah  Ikatan Notaris
                   Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) maupun menghadiri
                   acara pembinaan yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan di masing-masing wilayah

                   kerjanya  sehingga  dapat  memperoleh  informasi  yang  terbaru  mengenai  masalah-
                   masalah di bidang kenotariatan dan pertanahan.
                b. Pembuatan  Surat  Keterangan  Ahli  Waris  yang  tidak  sesuai  dengan  ketentuan  yang

                   diatur dalam Pasal 111 ayat (1) huruf c angka 3 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala
                   Badan  Pertanahan  Nasional  Nomor  3  Tahun  1997  tentang  Ketentuan  Pelaksanaan
                   Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah
                   Untuk menghindari potensi sengketa pertanahan dikemudian hari dalam pembuatan

                   Surat Keterangan Ahli Waris bagi Warga Negara Indonesia penduduk asli yang tidak
                   sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 111 ayat (1) huruf c angka 3 Peraturan Menteri
                   Negara Agraria Nomor 3 Tahun 1997 dimana Kepala Desa/Kelurahan dan Camat hanya
                   mencantumkan bahwa alamat-alamat para ahli waris berada  dalam wilayah mereka

                   bukan mencantumkan kalimat menguatkan isi surat keterangan ahli waris tersebut,
                   maka ada baiknya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
                   mengeluarkan Surat Edaran yang isinya menyeragamkan Surat Keterangan Ahli Waris

                   bagi Warga Negara Indonesia penduduk asli, dimana kalimat yang dicantumkan dalam
                   Surat  Keterangan  Ahli  Waris  tersebut  seharusnya  adalah  ‘menguatkan’  isi  Surat
                   Keterangan Ahli Waris tersebut.
                   Menurut penulis, para Lurah dan Camat juga perlu diberikan pembinaan mengenai

                   pembuatan Surat Keterangan Ahli Waris bahwa sebelum pembuatan Surat Keterangan
                   Ahli  Waris  bagi  Warga  Negara  Indonesia  penduduk  asli  tersebut  wajib  dilakukan
                   pengecekan  wasiat  pada  Seksi  Daftar  Pusat  Wasiat  pada  Direktorat  Administrasi

                   Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, sehingga dapat
                   diperoleh data dan informasi yang akurat tentang para ahli waris yang sesungguhnya
   318   319   320   321   322   323   324   325   326   327   328